Bursa Indonesia Diuntungkan 'Pernikahan' Bursa Singapura dan Australia

Bursa Indonesia Diuntungkan 'Pernikahan' Bursa Singapura dan Australia

- detikFinance
Kamis, 28 Okt 2010 15:35 WIB
Bursa Indonesia Diuntungkan Pernikahan Bursa Singapura dan Australia
Jakarta - Penggabungan Singapore Stock Exchange (SGX) dan Australia Stock Exchange (ASX Ltd) menjadikan kekuatan baru di pasar saham regional Asia Tenggara. Bursa Indonesia pun secara langsung semakin terlihat kekuatannya.

"Bagi IDX akan menguntugkan karena SGX tampil jadi bursa regional yang kuat. Indonesiapun akan semakin terlihat," ungkapΒ  Direktur Utama BEI, Ito Warsito usai RUPSLB di Hotel Ritz Calton, Pacific Place SCBD, Jakarta, Kamis (28/10/2010).

Merger kedua bursa di kedua negara juga bukan sesuatu yang dikhawatirkan. Pasalnya, pertumbuhan indeks antara SGX yang membeli ASX senilai US$ 8,2 miliar, memiliki karakter berbeda.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dampaknya akan minim, karena merger ini tidak akan berpengaruh signifikan, dari sisi potensi bisnis. Yang menguntungkan Singapura, mengkonsolidasikan ASX dari laporan keuangan akan bertumbuh," tambah Ito.

Seperti diketahui, SGX dan ASX sepakat melebur dan diharapkan dapat persetujuan dari dari regulator dan tuntas pada kuartal II-2010. Menurut keterangan bersama yang dikutip dari AFP, awal pekan lalu, merger ditujukan untuk memaksimalkan kekuatan bursa Australia yang kaya sumber dengan Singapura yang lebih memiliki profil internasional, sekaligus menghubungkan dengan booming pasar Cina.

Sementara itu, BEI juga belum akan merealisasikan demutualisasi dalam waktu dekat. "Nggak ada gunanya juga kalau mutual corporation. Tidak bicara itu karena dalam UU Pasar Modal No 8 tahun 1995, saham dimiliki oleh anggota bursa (AB)," imbuh Ito.

(wep/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads