"Harganya diputuskan tetap Rp 850 per saham," ujar sumber detikFinance, Senin (1/11/2010) dini hari.
Menurutnya, keputusan tersebut diambil setelah melalui diskusi ketat antara Kementerian BUMN, konsorsium penjamin emisi serta sejumlah investor-investor 'kakap' yang ikutan membeli saham IPO KS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Investor-investor kakap tersebut menolak rencana kenaikan harga IPO sebesar Rp 100 per saham menjadi Rp 950 per saham, terlebih investor-investor asing yang memang sebagian besar menawar harga KS di kisaran Rp 850 per saham.
Pekan lalu, Komisaris Utama KS, Zacky Anwar Makarim mengatakan kalau investor asing memang tidak berani menawar harga IPO KS di level tinggi. Sebab di tingkat dunia, KS memiliki banyak pesaing di industri baja.
"Kenapa investor asing menawar rendah, karena di dunia itu ada Mittal, Posco, Nippon Steel dan sebagainya. Harga saham mereka pun tidak terlalu mahal. Jadi dalam sudut pandang investor asing, harga KS bagi mereka sekitar Rp 850 per saham," tuturnya.
Sementara pertimbangan pihak konsorsium underwriter terutama masalah legalitas. Sebagai catatan, KS telah memperoleh pernyataan efektif Bapepam-LK pada Jumat (29/10/2010) lalu.
"Jadi kalau ada perubahan harga, mau tidak mau harus ada penundaan. Bisa kehilangan momentum, jadi cukup berisiko kalau melakukan perubahan harga. Kalau dibatalkan kelihatannya tidak mungkin. Nanti sore akan keluar kok prospektus KS dengan harga tetap di Rp 850 per saham. Sudah diputuskan tidak ada perubahan," ujar sumber tersebut.
Namun ketika dikonfirmasi, Direktur Investment Banking PT Mandiri Sekuritas Iman Rachman mengatakan belum dapat memberikan hasil final soal harga IPO KS. "Nanti ya, masih meeting," ujarnya.
KS berencana melepaskan 3.155.000.000 saham baru ke publik dan mencatatkannya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 November 2010. Pernyataan efektif telah diperoleh pada 29 Oktober 2010. Masa Penawaran akan digelar pada 2-4 November 2010. Penjatahan pada 8 November 2010. Distribusi pada 9 November 2010.
Harga pelaksanaan IPO ditetapkan sebesar Rp 850 per saham atau total perolehan dana IPO sebesar Rp 2,681 triliun. Dalam IPO ini, KS menunjuk 3 penjamin emisi (underwriter) yakni PT Mandiri Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Bahana Securities.
Dalam proses bookbuilding yang telah digelar dan berakhir pekan lalu, KS berhasil memperoleh pesanan hingga 30 miliar saham atau hampir 9 kali dari jumlah saham yang dilepas ke publik.
Â
Â
(dro/dro)











































