Hal ini disampaikan oleh Menteri Perindustrian MS. Hidayat saat ditemui di kantor presiden, Jakarta, Selasa (2/11/2010).
"Nggak usah khawatir, asing cuma 35%, yang 65% itu investor lokal," kata Hidayat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan tersebut, Hidayat mengatakan, dengan IPO ini diharapkan permodalan KS bisa bertambah dan menguatkan produksi baja dalam negeri."Saat ini kebutuhan baja lokal 10 juta ton per tahun, sementara suplai baru 5 juta dan sisanya impor," jelas Hidayat.
Penawaran umum perdana saham IPO KS akan berlangsung sejak 2-4 November 2010. KS berencana melepaskan 3.155.000.000 saham baru ke publik dan mencatatkannya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 November 2010.
Harga pelaksanaan IPO ditetapkan sebesar Rp 850 per saham atau total perolehan dana IPO sebesar Rp 2,681 triliun. Dalam IPO ini, KS menunjuk 3 penjamin emisi (underwriter) yakni PT Mandiri Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Bahana Securities.
Dalam proses bookbuilding yang telah digelar dan berakhir pekan lalu, KS berhasil memperoleh pesanan hingga 30 miliar saham atau hampir 9 kali dari jumlah saham yang dilepas ke publik.
(dnl/qom)











































