Hatta Rajasa Desak Dokumen IPO Krakatau Steel Dibuka

Hatta Rajasa Desak Dokumen IPO Krakatau Steel Dibuka

- detikFinance
Selasa, 02 Nov 2010 16:28 WIB
Hatta Rajasa Desak Dokumen IPO Krakatau Steel Dibuka
Jakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa minta data IPO Krakatau Steel dibuka kepada publik untuk segera mengakhiri kontroversial mengenai penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) BUMN baja tersebut.

"Kalau ada yang dicurgia, makanya harus dibuka saja (dokumen IPO), harus transparan. Tidak ada lagi di dunia ini yang tidak transparan," ujarnya saat ditemui di kantornya Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (2/11/2010).

Penetapan harga saham KS yang dipatok oleh Kementerian BUMN sebesar Rp 850 per lembar, menuai banyak keceman dan dinilai terlalu murah. Bahkan, kalangan pengamat mencurigai akan banyak orang yang mencari untung cepat dari kenaikan harga saham IPO KS pada saat listing perdana di bursa, dimana sebenarnya harga saham KS bisa diatas Rp 1000 per lembar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hatta menambahkan dirinya hanya sebatas sebagai ketua tim privatisasi hanya sebatas. "(Yang menentukan) ini di privatisasi atau tidak," ujarnya.

Sedangkan, untuk menentukan harga, lanjut Hatta, sepenuhnya kewenangan penuh pemegang saham, yakni kementerian BUMN.

"Saya tidak pernah bilang menyetujui Rp 850 rupiah," ujarnya.

Namun, Hatta menegaskan, penentuan harga saham tersebut tidak ada intervensi dari pihak lain. Penetapan harga merupakan kewenangan pemegang saham.

"Krakatau Steel itu kewenangannya pemegang saham untuk menetapkan harganya. Tidak ada hubungannya dengan intervensi dari manapun. Silahkan menetapkan harga pada harga yang wajar, itu kewenanganya pemegang saham," tandasnya.

Seperti diketahui, KS berencana melepaskan 3.155.000.000 saham baru ke publik dan mencatatkannya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 November 2010. Pernyataan efektif telah diperoleh pada 29 Oktober 2010. Masa Penawaran akan digelar pada 2-4 November 2010. Penjatahan pada 8 November 2010. Distribusi pada 9 November 2010.

Harga pelaksanaan IPO ditetapkan sebesar Rp 850 per saham dari kisaran harga yang ditetapkan sebesar Rp 800-1.050 per lembar. Dengan harga Rp 850, maka total perolehan dana IPO sebesar Rp 2,681 triliun. Dalam IPO ini, KS menunjuk 3 penjamin emisi (underwriter) yakni PT Mandiri Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Bahana Securities.

Dalam proses bookbuilding yang telah digelar dan berakhir pekan lalu, KS berhasil memperoleh pesanan hingga 30 miliar saham atau hampir 9 kali dari jumlah saham yang dilepas ke publik.

Namun penetapan harga saham IPO Rp 850 itu dinilai sangat murah dan berpotensi merugikan negara. Ekonom Sustainable Development Indonesia yang juga Wakil Ketua Umum PAN, Dradjad Wibowo menilai Menteri BUMN mengungkapkan harga saham IPO KS sangat murah sehingga akan banyak orang yang mencari untung cepat dari kenaikan harga saham IPO KS pada saat listing perdana di bursa.

Sementara pihak underwriter menegaskan, penetapan harga itu sudah melalui perhitungann cermat. Jika dinaikan saja Rp 50 ke Rp 900 per lembar, maka KS bisa kehilangan sekitar setengah dari investor yang sudah melakukan penawaran.

 

 

(nia/dro)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads