Saham Energi Bawa IHSG ke Rekor Tertinggi

Saham Energi Bawa IHSG ke Rekor Tertinggi

- detikFinance
Jumat, 05 Nov 2010 16:15 WIB
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencetak rekor baru di level 3.655, bersamaan dengan penguatan bursa regional. Namun aksi jual atas saham Telkom yang belum juga surut menghadang laju penguatan IHSG.

Mengawali perdagangan, IHSG dibuka naik tipis ke level 3.629,716 dan kemudian melanjutkan penguatan ke level 3.665,849, naik 36 poin dari penutupan kemarin di level 3.629,046. Penguatan IHSG terutama ditopang oleh kenaikan saham-saham pertambangan.

IHSG terus melesat cukup tinggi sejak awal perdagangan. Tren penguatan bursa-bursa saham global dipicu oleh rencana The Fed mengucurkan likuiditas hingga US$ 600 miliar untuk membeli surat utang pemerintah AS menimbulkan reaksi positif dari pasar saham.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada perdagangan Jumat (5/11/2010), IHSG ditutup menguat 26,259 poin (0,72%) ke level 3.655,305. Indeks LQ 45 juga menguat 5,258 poin (0,79%) ke level 528,262.

Sementara nilai tukar rupiah ditutup stabil pada level 8.901 per dolar AS, dibandingkan penutupan kemarin di level 8.903 per dolar AS.

IHSG sempat menembus titik tertingginya di 3.665,849, yang merupakan rekor intraday tertingggi setelah rekor sebelumnya di 3.667 yang pernah direngkuh IHSG pada 27 Oktober lalu. Sementara rekor tertinggi adalah pada penutupan perdagangan 26 Oktober saat IHSG berada di level 3654.

Saham Telkom masih mengalami tekanan jual yang tinggi dengan penurunan Rp 250 menjadi Rp 7.850, dengan nilai transaksi mencapai Rp 733,4 miliar.

Bursa-bursa regional pada akhir pekan ini menguat cukup signifikan merespons keputusan Bank Sentral AS yang akan mengucurkan likuiditas hingga US$ 600 miliar hingga Juni mendatang.
  • Indeks Komposit Shanghai menguat 42,56 poin (1,38%) ke level 3.129,50.
  • Indeks Hang Seng menguat 341,19 poin (1,39%) ke level 24.876,82.
  • Indeks Nikkei-225 menguat 267,21 poin (2,86%) ke level 9.625,99.
  • Indeks Straits Times menguat 15,34 poin (0,48%) ke level 3.240,31.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 120.891 kali sebanyak 5.605 juta lembar saham, senilai Rp 52 triliun. Sebanyak 120 saham naik, 85 saham turun dan 77 saham stagnan. Nilai transaksi sebesar itu diduga karena adanya kesalahan input order.

Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Telkom (TLKM) turun Rp 250 menjadi Rp 7.850, Semen Gresik (SMGR) turun Rp 200 menjadi Rp 9.300, Unilever (UNVR) turun Rp 250 menjadi Rp 16.250.

Saham-saham yang naik harganya antara lain Astra Internationa (ASII) naik Rp 1.600 menjadi Rp 56.700, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 3.050 menjadi Rp 50.500, Adaro Energy (ADRO) naik Rp 20 menjadi Rp 2.275, Bumi Resources (BUMI) naik Rp 100 menjadi Rp 2.275, Timah (TINS) naik Rp 100 menjadi Rp 3.000, Harum Energy (HRUM) naik Rp 450 menjadi Rp 6,650.
(qom/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads