IPO Garuda Tunggu Laporan Keuangan Akhir Tahun 2010

IPO Garuda Tunggu Laporan Keuangan Akhir Tahun 2010

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Senin, 08 Nov 2010 17:27 WIB
IPO Garuda Tunggu Laporan Keuangan Akhir Tahun 2010
Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memastikan kalau rencana initial public offering (IPO) atau penawaran umum saham perdana PT Garuda Indonesia Airlines akan sedikit mundur dari jadwal semula Januari 2010 lantaran IPO akan menggunakan laporan keuangan di akhir tahun 2010.

Menurut Deputi Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Pandu Djayanto, mengatakan, IPO Garuda tidak jadi menggunakan laporan keuangan triwulan III-2010 gara-gara mencatat rugi bersih Rp 39,510 miliar.

"Kita enggak berani pakai laporan keuangan September. Nanti harganya tidak maksimal," katanya di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (8/11/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun demikian rencana ini masih akan dibahas bersama Garuda dan dan penjamin emisi agar mendapat kepastian. Tapi menurut Pandu, hingga kini kajian yang dilakukan Kementerian BUMN selaku pemegang saham mayoritas ingin IPO Garuda menggunakan laporan keuangan Desember.

"Kalau di kita (Kemenetrian BUMN) secara teknis kajiannya akan menggunakan laporan keuangan Desember," imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Danareksa Sekuritas Marciano Herman selaku penjamin emisi aksi korporasi itu mengatakan, pihaknya masih akan melakukan kajian menyeluruh terhadap rencana pelepasan saham Garuda.

Menurutnya, tidak hanya kesiapan emitennya sendiri, namun juga kondisi industri penerbangan nasional serta pasar modal di dalam negeri.

"Bisa saja emitennya (Garuda) sedang dalam kondisi tidak baik, tapi ternyata pasar dan industrinya sedang bagus. Jadi ada kesempatan untuk menjual," ujarnya.

Marciano menambahkan, namun bisa saja semua persiapan berjalan lancar tetapi pembelinya malah tidak ada. "Faktor-faktor ini yang harus kita kaji lebih lanjut. Jadi kalau ditanya kesiapan dari underwriter, kita masih akan mengkaji," imbuhnya.

Sebelumnya, dari data kinerja BUMN triwulan III-2010, Garuda membukukan rugi bersih sebanyak Rp 39,510 miliar, padahal sampai akhir tahun lalu sudah meraup laba bersih sebanyak Rp 1,08 triliun.

Garuda berniat melepas sahamnya di triwulan I-2011. Namun jika ingin melaksanakan aksi korporasi itu sesuai target, maka maskapai pelat merah itu harus menggunakan laporan keuangan di akhir September 2010.


 

 

(ang/dro)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads