Tim Evaluasi Rekomendasikan IPO KS Jalan Terus

Tim Evaluasi Rekomendasikan IPO KS Jalan Terus

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Selasa, 09 Nov 2010 12:20 WIB
Tim Evaluasi Rekomendasikan IPO KS Jalan Terus
Jakarta - Tim evaluasi independen pelaksanaan privatisasi PT Krakatau Steel (KS) merekomendasikan penawaran umum saham perdana alias initial publik offering (IPO) KS tetap berjalan sesuai rencana. Polemik yang muncul dinilai hanya karena kurangnya sosialisasi yang dilakukan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Menurut Ketua tim independen Mas Achmad Daniri, masih banyak masyarakat Indonesia yang awam pasar modal sehingga terjadi salah penafsiran, salah satunya pengertian IPO yang disangka menjual aset negara.

"IPO kita rekomendasikan tetap jalan. Karena menjual aset negara dan melangsungkan IPO itu sesuatu yang jauh berbeda," katanya di kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (9/11/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan demikian, meski banyak tekanan dari banyak pihak mengenai penghentian atau penundaan privatisasi perusahaan baja pelat merah itu, ia menyatakan IPO KS jalan terus.

Ia mengatakan, jika rencana IPO ini berhenti di tengah jalan, dampak kerugiannya tidak hanya menerpa KS, tetapi juga Kementerian BUMN serta perusahaan pelat merah lain yang hendak melepas sahamya ke bursa setelah KS.

Jika sekali saja IPO mendapat sambutan negatif oleh masyarakat, maka pada kesempatan IPO selanjutnya saham-saham BUMN tidak akan dilirik pasar dan pada akhirnya kesulitan untuk menggenjot dana ekspansi.

"Bagi Krakatau Steel sendiri dana ini kan untuk ekspansi sehingga harus bisa didapatkan," ujarnya.

Setelah bertemu dengan Menteri BUMN Mustafa Abubakar, tim independen ini akan segera menemui Kepala Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Fuad Rahmany. Keduanya akan membahas seputar polemik di pelepasan saham KS.

Seperti diketahui,KS berencana melepaskan 3.155.000.000 saham baru ke publik dan mencatatkannya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 November 2010. Pernyataan efektif telah diperoleh pada 29 Oktober 2010. Masa Penawaran akan digelar pada 2-4 November 2010. Penjatahan pada 8 November 2010. Distribusi pada 9 November 2010.

Harga pelaksanaan IPO ditetapkan sebesar Rp 850 per saham dari kisaran harga yang ditetapkan sebesar Rp 800-1.050 per lembar. Dengan harga Rp 850, maka total perolehan dana IPO sebesar Rp 2,681 triliun. Dalam IPO ini, KS menunjuk 3 penjamin emisi (underwriter) yakni PT Mandiri Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Bahana Securities.

Dalam proses bookbuilding yang telah digelar dan berakhir pekan lalu, KS berhasil memperoleh pesanan hingga 30 miliar saham atau hampir 9 kali dari jumlah saham yang dilepas ke publik.

Namun penetapan harga saham IPO Rp 850 itu dinilai sangat murah dan berpotensi merugikan negara. Wakil Ketua Umum DPP PAN, Dradjad Wibowo menilai Menteri BUMN mengungkapkan harga saham IPO KS sangat murah sehingga akan banyak orang yang mencari untung cepat dari kenaikan harga saham IPO KS pada saat listing perdana di bursa.

(ang/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads