Indeks Dow Jones kemarin ditutup menguat 9 point (+0.08%) ke level 11,201.97 ditengah kekhawatiran yang menerpa investor AS akan kenaikan yield treasury AS dikarenakan kenaikan defisit serta kritik yang meningkat terhadap kebijakan The Feds yang akan memberikan stimulus ke pasar. Di Indonesia, IHSG pada hari Senin (15/11) ditutup melemah 9 point (-0.26%) ke level 3,656.46 yang kemudian membentuk pola spinning top di daerah support yang menandakan akan adanya reversal. IHSG diperkirakan akan bergerak ke level 3,635 terlebih dahulu untuk kemudian dengan melakukan rebound dan IHSG harus ditutup diatas level 3,673 untuk mengkonfirmasikan reversal yang terjadi. Berdasarkan RSI dan Stochastic terlihat bahwa saham telah keluar dari area overbought terutama dari RSI terlihat IHSG sudah mendekati garis 50%. Asing sendiri kemarin (15/11) tercatat melakukan net sell sebesar Rp 200 miliar di pasar regular. Dan pada hari ini IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3,635 – 3,700 dengan saham – saham yang dapat diperhatikan a.l. BUMI, BRAU, ANTM, dan UNTR.
News & Analysis
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PT CIMB Niaga Tbk (BNGA) akan melakukan penawaran saham terbatas (right issue) melalui penerbitan 1,4 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp1.065 per saham. Dari right issue itu CIMB Niaga akan memperoleh dana segar Rp1,5 triliun. Dalam prospektus r ingkas yang diterbitkan perseroan Senin, disebutkan bahwa rasio right issue 17:1 yakni setiap 17 pemegang saham lama berhak membeli 1 saham right issue. Pemegang saham yang tidak mengeksekusi haknya akan tergerus (terdilusi) kepemilikan sahamnya sebanyak 5,58 persen. Sedangkan dana dari hasil right issue itu akan digunakan seluruhnya untuk ekspansi kredit perseroan. Right issue itu akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB pada 15 Desember 2010 dan pencatatan saham hasil right issue di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 30 Desember 2010.
Comment: Rencana right issue BNGA menurut kami adalah langkah positif dalam kaitannya dengan ekspansi kredit. Sampai dengan September 2010, kredit BNGA bertumbuh 26% menjadi Rp 96,3 triliun dibandingkan dengan periode yang sama pada 2009. Sedangkan total deposit, jika dibandingkan dengan 3Q09 pada 3Q10 mencapai pertumbuhan 31% menjadi Rp 106,6 triliun. Dengan adanya tambahan dana dari right issue, diharapkan membawa dampak positif bagi pertumbuhan kredit BNGA. Namun demikian, penerapan manajemen resiko yang baik tetap harus dilakukan guna menjaga rasio NPL.
BBKP: Jamsostek Masih Ngebet Akuisisi Bukopin
Setelah PT Bank Bukopin Tbk menolak pinangan akuisisi dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT Jamsostek kembali berniat mengincar Bukopin. Niat Jamsostek untuk mengakuisisi Bukopin menunggu putusan dari pemerintah selaku pemegang saham.
Comment: Niat Jamsostek ini kami lihat sebagai suatu hal yang positif bagi kedua belah pihak dimana apabila terealisasi, maka bisnis bank bukopin dan jamsostek dapat bersinergi sehingga memberikan kenaikan potensi income bagi kedua perusahaan. Namun hal ini masih tetap harus menunggu keputusan dari pemerintah. Tapi apabila benar terealisasi, maka hal ini akan menjadi suatu sentiment positif bagi perusahaan. Berdasarkan consensus analis, 1 merekomendasikan buy, 1 hold, dan tidak ada yang merekomendasikan sell. Target harga rata – rata consensus adalah Rp 1,160 per lembar saham.
Economic & Strategy
Ekonomi: Pemerintah Siapkan Dana Buyback SBN Rp 84 Triliun
Pemerintah telah menyiapkan dana sebesar Rp 84 triliun untuk membeli kembali Surat Berharga Negara (SBN) alias buyback guna menahan arus aliran modal keluar (capital outflow) jika terjadi pembalikkan (sudden reversal) sewaktu-waktu. Selain dana yang telah disiapkan dalam APBN tahun 2011 tersebut pemerintah masih mempunyai Sisa Anggaran Lebih tahun 2010.
Comment: Langkah pemerintah ini kami lihat sebagai suatu langkah preventif yang baik, dimana pemerintah sudah mengatisipasi apabila sewaktu – waktu terjadi capital outflow secara besar – besaran. Seperti yang sudah disebutkan bahwa dana tersebut akan disiapkan dari SILPA (Sisa Lebih Penggunaan Anggaran) tahun 2011 dan SAL (Sisa Anggaran Lebih) tahun 2010. Dana Rp 87 triliun ini kami nilai cukup untuk menopang pasar apabila terjadi capital outflow sehingga investor domestik tidak perlu cemas dan khawatir mengenai kemungkinan keluarnya dana asing. Namun kami tetap berharap bahwa tindakan ini tidak perlu direalisasikan sehingga perekonomian tetap dapat berjalan dengan baik.
(dro/dro)











































