BEI Pelajari Transaksi Tukar Guling Bakrie, Berau dengan Rothschild

BEI Pelajari Transaksi Tukar Guling Bakrie, Berau dengan Rothschild

- detikFinance
Rabu, 17 Nov 2010 17:40 WIB
Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mempelajari skema pencatatan saham jalur belakang (backdoor listing) PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) bersama Recapital Advisors-melalui PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) di Bursa Efek London.

Jika dimungkinkan, BEI akan panggil pihak manajeman untuk menjelaskan transaksi tukar guling saham dan akuisisi dengan keluarga Rothschild ini.

"Beberapa dokumen baru masuk bursa sore. Kami sedang pelajari bersama tim. Kita melihat implikasi dan skema transaksi keduanya," ungkap Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Eddy Sugito kepada detikFinance di Jakarta, Rabu (17/11/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Grup Bakrie bersama Recapital telah bersepakat dengan perusahaan investasi Rothschild, berupa aksi tukar saham (swap) antara saham Vallar Plc dengan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) milik BNBR, serta saham PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) milik Recapital melalui PT Bukit Mutiara.

BNBR akan melepaskan 5,2 miliar (25%) saham BUMI di harga Rp 2.500 per saham, senilai Rp 13 triliun kepada Vallar Plc. Vallar akan barter dengan 90,1 juta saham baru Vallar seharga GBP 10 per saham kepada BNBR. Dengan demikian BNBR akan menguasai 43% saham Vallar Plc, sedangkan Vallar Plc akan memiliki 25% saham BUMI.

Recapital, melalui anak usahanya PT Bukit Mutiara yang menguasai 90% saham BRAU akan melepaskan 26,175 miliar saham BRAU atau setara dengan 75% saham BRAU kepada Vallar.

Mekanisme terbagi dua. Pertama, Vallar akan membeli 12,215 miliar (35%) saham BRAU di harga Rp 540 per saham secara tunai yang nilainya Rp 6,596 triliun. Sedangkan sisanya sebanyak 13,960 miliar (40%) saham BRAU akan ditukar guling dengan 52,2 juta saham baru Vallar (24,9%).

Skema multicomplex ini lah yang menjadi fokus BEI dalam beberapa waktu mendatang. Namun, Eddy belum dapat komentar banyak termasuk apakah skema ini melanggar peraturan pasar modal yang berlaku di Indonesia.

"Karena kita masih periksa, belum bisa berkomentar lebih jauh. Kita tunggu dulu," tegasnya.

BEI juga tidak menutup diri untuk memanggil manajeman terkait, jika diperlukan pendalaman materi atas aksi mereka.

"Kalau struktur membingungkan, pasti kita akan undang. Wajar atau tidak wajar bukan itu pokoknya, tapi kalau butuh pendalaman kita akan diskusikan. Sebaiknya gitu," tambahnya.

(wep/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads