Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencetak penguatan 16 poin ditopang penguatan saham infrastruktur. Saham-saham tambang masih menjadi penahan laju kenaikan bursa.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik tipis 6,747 poin (0,18%) ke level 3.731,795. Namun penguatan ini tidak bertahan lama dan akhirnya indeks jatuh ke teritori negatif.
Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG melemah tipis 3,715 poin (0,10%) ke level 3.721,333. Tekanan jual pada saham-saham komoditas seperti sektor pertambangan juga saham-saham konsumer dan perbankan membuat indeks bertahan di zona merah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penguatan saham-saham infrastruktur menjadi penopang naiknya IHSG dan mencetak rebound di penutupan bursa. Sementara saham-saham tambang dan konsumer masih terpuruk akibat aksi jual investor sepanjang perdagangan.
Posisi IHSG tertinggi hari ini berada di level 3.741.229 dicapai pada waktu penutupan bursa. Sementara posisi terendahnya hari ini berada di level 3.707,895 hampir meninggalkan level 3.700.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 106.692 kali pada volume 5,870 miliar lembar saham senilai Rp 4,707 triliun. Sebanyak 108 saham naik, 97 saham turun dan 84 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia masih bergerak mixed hingga sore hari ini. Bursa di China berjalan di zona merah setelah negara tersebut mengeluarkan kebijakan kenaikan Giro Wajib Minimum guna menahan tingginya inflasi.
Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang ini:
- Indeks Komposit Shanghai turun 4,20 poin (0,15%) ke level 2.884,37.
- Indeks Hang Seng turun 81,69 poin (0,35%) ke level 23.524,02.
- Indeks Nikkei 225 naik 92,80 poin (0,93%) ke level 10.115,19.
- Indeks Straits Times turun tipis 2,50 poin (0,08%) ke level 3.194,87.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indospring (INDS) naik Rp 2.300 ke Rp 13.900, Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 1.200 ke Rp 25.800, Merck (MERK) naik Rp 1.000 ke Rp 97.000, dan Sarana Menara (TOWR) naik Rp 950 ke Rp 11.900.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Schering Plough (SCPI) turun Rp 7.500 ke Rp 30.500, Indotambang (ITMG) turun Rp 950 ke Rp 50.800, United Tractor (UNTR) turun Rp 550 ke Rp 25.100, dan Astra Internasional (ASII) turun Rp 300 ke Rp 55.000.











































