Rencana listing Garuda ini, disampaikan perseroan dalam mini expose di hadapan Bursa Efek Indonesia (BEI) di Gedung SCBD, Jakarta, Jumat (26/11/2010).
Demikian disampaikan Direktur Penilian Perusahaan BEI, Eddy Sugito usai menerima rombongan IPO Garuda, termasuk penjamin emisi PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Bahana Securities, serta konsultan dan akuntan. Nampak juga Direktur Utama Garuda, Emirsyah Satar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Eddy juga mengamini Garuda akan melepas saham ke publik sebanyak 30%, termasuk 10% milik Bank Mandiri, yang akan siap langsung dilepas saat listing.
"30% yang dilepas. Nilainya belum bisa disebut. Tidak disebutkan juga di sini (materi mini expose)," tegas Eddy.
Sebelumnya, Deputi Bidang Usaha Infrastruktur dan Logistik Kementerian BUMN Sumaryanto Widyatin menyebut DPR telah menyetujui maskapai pelat merah itu melepas hingga 40 persen kepemilikan sahamnya.
"Kan sesuai dengan DPR boleh sampai 40%. Nanti kita bagi dua, yang pertama 30% dulu, itu termasuk punya (Bank) Mandiri. Nanti sisanya 10% lagi kalau sudah butuh dana lagi," paparnya beberapa waktu lalu.
Garuda mengharapkan target dana yang bisa diperoleh dari penjualan 40% saham ke publik itu sekitar berkisar Rp 3-4 triliun. Untuk aksi korporasi itu, Garuda akan menggunakan laporan keuangan Triwulan III-2010.
Kementerian BUMN, belum lama ini sempat menyatakan Garuda menderita rugi sebesar Rp 39,51 miliar di sembilan bulan pertama 2010. Namun ternyata ada kesalahan pencatatan, dan ternyata Garuda mencatat laba bersih sebanyak Rp 194,9 miliar pada triwulan III-2010 setelah dilakukan audit terhadap neraca keuangan Garuda dalam waktu singkat.
"Dalam pertemuan, mereka mengungkapkan untung kok," tegas Eddy saat dikonfirmasi mengenai laba atau rugi Garuda.
(wep/qom)











































