Market Flash eTrading

- detikFinance
Selasa, 30 Nov 2010 09:51 WIB
Jakarta - Indeks Dow Jones kemarin ditutup melemah tipis 39 point (-0.36%) di level 11,052.50 seiring dengan penguatan saham sektor energi dan finansial menutup penurunan yang terjadi. Sementara di Indonesia pada perdagangan hari Senin (29/11) IHSG ditutup melemah 11 point (-0.33%) di kisaran level 3,630 setelah sempat melemah hingga mencapai 68 point, jika dilihat IHSG telah mengalami rebound dan membentuk pola hammer sehingga memerlukan konfirmasi pada perdagangan hari ini, asing sendiri masih melakukan net sell sebesar Rp 128 miliar dari RSI sendiri terlihat telah memasuki wilayah bearish. Sehingga pada hari ini IHSG diperkirakan akan berada dalam kisaran 3,600–3,678 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. PGAS, INDY, INTP dan INCO

News & Analysis

KKGI: KKGI dapat komitmen 500 ribu ton ke PLN

Seperti perusahaan batubara lainnya, PT Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI) mengais pendapatan dari PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Ini terbukti dari komitmen yang didapat KKGI dari perusahaan setrum tersebut untuk menyalurkan 500.000 ton batubara sebagai bahan bakar pembangkit listrik di tahun 2011. Sebenarnya, mulai tahun ini KKGI sudah mulai mengirimkan batubara ke PLN. Kontrak tersebut dimulai September, di mana KKGI menyalurkan 120.000 ton. Tahun depan KKGI menargetkan dapat memproduksi 3,5 juta ton batubara. Di 2010 ini, produksi batubara KKGI sebesar 2,227 juta ton. Adapun, anggaran CAPEX tahun depan hanya Rp 30 miliar. "Itu karena infrastruktur yang kita punyai sudah cukup baik, sehingga capex-nya tidak perlu banyak-banyak," kata Direktur Utama KKGI Pintarso Adijanto. Selama ini mayoritas penjualan dilakukan di pasar luar negeri yaitu sebesar 96,2% sedangkan sisanya, yang hanya 3,8%, dijual di pasar domestik. Adapun negara tujuan ekspornya adalah China, India, Korea, Pakistan, Filipina, dan Thailand.

Comment: KKGI merupakan salah satu perusahaan batubara yang relative kecil dengan produksi 2 juta ton, namun pada sisi PER KKGI diperdagangkan pada PER 13.3 X dimana rata-rata industry annualized (BYAN, ADRO, INDY, PTBA, ITMG, BUMI) pada PER 32.5 X. Bila diasumsikan fair price perseroan pada PER 20 X (discount karena size) maka harga waja r perseroan adalah 3100/saham.

BNGA: Siapkan Kredit Infrastruktur Rp5 Triliun
PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) pada 2011 berkomitmen menyalurkan kredit sebesar Rp5 triliun untuk pembangunan sektor infrastruktur di dalam negeri. Perseroan berencana mengalokasikan 5% dari total pinjaman untuk proyek infrastruktur seperti jalan tol dan power plant. Bank CIMB Niaga menargetkan pertumbuhan sekitar 57% untuk alokasikan pendanaan CSR perseroan menjadi Rp20 miliar untuk tahun 2011.

Comment: Kami melihat hal ini sebagai hal yang positif baik bagi bank niaga sendiri maupun sektor infrastruktur sebagai target kredit. Alokasi dana ini memang sebanding dengan rencana pemerin tah yang akan menggenjot sektor infrastruktur tahun depan. Namun perlu diperhatikan bahwa alokasi kredit ke sektor infrastruktur ini merupakan tipe kredit dengan jumlah rate yang relatif rendah jika dibandingkan dengan alokasi kredit konsumsi. Berdasarkan analis consensus Bloomberg, tidak ada yang merekomendasikan Buy dan Sell, serta 1 merekomendasikan Hold.

Economic & Strategy

Boediono: Krisis Dunia Belum Usai, RI Waspada Tinggi
Situasi perekonomian dunia saat ini belum bisa dikatakan normal, krisis masih menghantui perekonomian dunia khususnya di wilayah Eropa. Karena itu, Indonesia harus tetap menjaga kewapadaan yang tinggi. Dikatakan Boediono saat ini situasi dunia makin tidak pasti dan penuh dengan risiko. Akhir-akhir ini becana terus menerus melanda berbagai kawasan dunia tidak terkecuali Indonesia. Situasi politik duia pun memanas. Situasi ini semua jelas mempengaruhi perekonomian global. Belum lagi, pasca krisis ekonomi global, kebangkitan ekonomi belum terjadi kecuali di sejumlah negara Asia dan Amerika Latin. Untuk Indonesia, Boediono mengatakan, cara menghindari krisis adalah disiplin anggaran negara yang ketat.

Comment: Kami menilai kewaspadaan merupakan suatu yang harus, apalagi dengan kebijakan quantitive easing (qe) di US akan menyebabkan banjir likuiditas yang dapat mengalir ke negara -negara berkembang, saat inipun aliran dana masuk cukup deras hal ini terlihat dari nilai tukar rupiah terhadap USD dan foreign reserve yang terus meningkat, upaya BI untuk menahan dana inflow ini adalah dengan instrument moneter seperti ‘term deposit’ dan merubah SBI menjadi longer term patut diappreciate. Pada sisi GDP Indonesia 3Q10 walapun hanya 5.8% menurun dibanding 2Q10 dilevel 6% tak lepas dari lambatnya pengeluaran belanja pemerintah. Namun kami cukup optimis GDP indo pada 2011 akan pada level diatas 6%. Dan kemungkinan rating indo di upgrade ke Investment grade akan sangat besar.

Agri: RI Tawarkan Hilirisasi Industri Agro ke Eropa

Pemerintah berharap para investor Uni Eropa bisa memanfaatkan program hilirisasi industri agro yang tengah disiapkan Indonesia. Selama ini investor Eropa sudah memiliki merek yang kuat sehingga cocok untuk pengembangan produk hilir.

Comment: Berita ini merupakan sen timent positif salah satunya untuk industri kelapa sawit dalam negeri dimana beb erapa waktu lalu hasil produksi kelapa sawit Indonesia menerima bentuk penolakan dari negara-negara khususnya di kawasan Eropa. Diharapkan pemerintah dapat segera menjalankan regulasi meng enai produk agri terkait hilirisasi yang dijadwalkan pada Januari 2 011 nanti sehingga dapat menjaga pertumbuhan industri kelapa sawit dalam negeri sehingga dapat berimbas kepada penyerapan tenaga kerja untuk ke depannya.

(etr/ang)