Rupiah Menguat di Bawah Rp 9.000, Anggaran BI Makin Tekor

Rupiah Menguat di Bawah Rp 9.000, Anggaran BI Makin Tekor

- detikFinance
Jumat, 03 Des 2010 21:21 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyatakan defisit anggaran kebijakan 2011 akan lebih besar dari Rp 49 triliun jika nilai tukar rupiah di 2011 tembus di bawah kisaran Rp 9.000/US$. Pasalnya, ongkos moneter yang dilakukan bank sentral untuk menjaga rupiah tetap stabil dengan melakukan intervensi cukup besar.

"Defisit itu kan semuanya tergantung dengan asumsi yang disepakati yakni berapa sebenarnya kurs tahun depan? Kalau kursnya Rp 9.250 per dolar lain lagi angkanya, kalau Rp 9.100 per dolar AS ya beda lagi juga," ujar Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution ketika ditemui di Gedung DPR-RI, Senayan, Jakarta, Jumat (03/12/2010).

Menurut Darmin, bank sentral bertugas untuk menjaga stabilisasi nilai tukar rupiah sesuai dengan asumsi di APBN. Oleh karena itu, lanjut Darmin jika kurs di 2011 berada di bawah asumsi maka tugas bank sentral harus melakukan stabilisasi dengan intervensi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau kursnya di bawah Rp 9.000 per dolar AS atau kurang, maka akan kami intervensi. Maka defisit kita naik. Sama halnya dengan kalau nilai tukar di atas Rp 9.100 per dolar AS maka kita intervensi juga," jelas Darmin.

Seperti diketahui bank sentral mengasumsikan nilai tukar rupiah di 2011 berada di kisaran Rp 9.250 per dolar AS. Dengan asumsi tersebut defisit anggaran kebijakan BI diproyeksikan akan mencapai Rp 49 triliun.
(dru/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads