"Defisit itu kan semuanya tergantung dengan asumsi yang disepakati yakni berapa sebenarnya kurs tahun depan? Kalau kursnya Rp 9.250 per dolar lain lagi angkanya, kalau Rp 9.100 per dolar AS ya beda lagi juga," ujar Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution ketika ditemui di Gedung DPR-RI, Senayan, Jakarta, Jumat (03/12/2010).
Menurut Darmin, bank sentral bertugas untuk menjaga stabilisasi nilai tukar rupiah sesuai dengan asumsi di APBN. Oleh karena itu, lanjut Darmin jika kurs di 2011 berada di bawah asumsi maka tugas bank sentral harus melakukan stabilisasi dengan intervensi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui bank sentral mengasumsikan nilai tukar rupiah di 2011 berada di kisaran Rp 9.250 per dolar AS. Dengan asumsi tersebut defisit anggaran kebijakan BI diproyeksikan akan mencapai Rp 49 triliun.
(dru/dnl)











































