Tanri Abeng: Telkom Tak Harus Mayoritas di Konsolidasi Flexi-Esia

Tanri Abeng: Telkom Tak Harus Mayoritas di Konsolidasi Flexi-Esia

Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Kamis, 09 Des 2010 13:35 WIB
Tanri Abeng: Telkom Tak Harus Mayoritas di Konsolidasi Flexi-Esia
Jakarta -

Bentuk konsolidasi dua operator Code Division Multiple Access (CDMA) terbesar di Indonesia (TelkomFlexi dan Esia) tidak harus menjadikan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menjadi pemilik mayoritas. Asalkan Telkom mendapat keuntungan yang maksimal, kepemilikan minoritas pun tidak jadi soal.

"Kalau saya tidak harus mayoritas. Arahannya konsolidasi. Selama memberi benefit bagi publik, Bakrie dan pemerintah ada, dan strukturnya yang terbaik," jelas Komisaris Utama TLKM, Tanri Abeng dalam acara Transformasi Tata Kelola Keuangan Telkom di Hotel Ritz Calton, SCBD Jakarta, Kamis (9/12/2010).

Meskipun tak paksakan diri menjadi mayoritas dalam perusahaan gabungan ini, namun Tantri menyerahkan keputusan final kepada pemerintah. Eksukusinya pun diharapkan selesai usai pelaksanaan RUPS Luar Biasa di Desember 2010 ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setelah RUPSLB, sesudah itu baru ada fokus penjelasan. Lanjutkan atau tidak. Tidak masuk dalam agenda (RUPSLB)," tambahnya.

Menurutnya, Indonesia masih terfokus pada kepemilikan aset yang diterjemahkan dalam kepemilikan mayoritas saham atas suatu perusahaan. Padahal, jika minoritas namun memberi kontribusi yang maksimal dengan raihan pendapatan yang setara, akan lebih baik.

"Kita harus belajar dari  Singtel yang menguasai hanya 35% saham di Telkomsel. Namun posisinya kuat di manajeman. Kalau minoritas, kita akan fight menempatkan orang-orang terbaik dan kompeten. Pola pikir kita terlalu asset oriented," tambahnya.

Dengan bentuk konsolidasi, justru akan memperkuat perusahaan nasional dan akan siap bertarung dalam kompetisi tingkat regional. "Tekonologi CDMA akan konsolidasi. Jadi yang paling penting pemain dalam negeri, hingga luar sulit untuk masuk. Kecuali menjadi mitra. Di waktu yang bersamaan, kita ke luar wilayah, minimal Asean," tegas Tanri.

(wep/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads