Sementara nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) dibuka stagnan di posisi Rp 9.015 per Dolar AS, sama seperti penutupan kemarin.
Pada perdagangan preopening, IHSG langsung turun 12,872 poin (0,34%) ke level 3.773,225. Sementara Indeks LQ 45 melemah 3,386 poin (0,50%) ke level 676,350.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga pukul 9.35 waktu JATS, IHSG terus terkoreksi, turun 26,940 poin (0,71%) ke level 3.759,157. Sedangkan Indeks LQ 45 turun 6,549 poin (0,96%) ke level 673,187.
Pergerakan indeks hari ini diperkirakan masih akan dibayangi aksi profit taking. Wajar saja, pasalnya indeks sudah bergerak menguat berturut-turut dalam beberapa hari terakhir ini.
Semalam, saham-saham di bursa Wall Street bergerak flat, namun indeks S&P 500 berhasil mencetak titik tertingginya dalam 2 tahun terakhir. Saham-saham perbankan masih menguasai lantai perdagangan.
Pada perdagangan Kamis (9/12/2010), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup melemah tipis 2,42 poin (0,02%) ke level 11.370,06. Indeks Standard & Poor's 500 menguat tipis 4,72 poin (0,38%) ke level 1.233,00 dan Nasdaq menguat tipis 7,51 poin (0,29%) ke level 2.616,67.
Pagi ini bursa Asia di buka mixed melemah saat penurunan peringkat utang Irlandia oleh Fitch picu kekhawatiran penyebaran krisis utang di euro zone. Meski demikian, masih ada beberapa bursa yang bisa mencetak penguatan tipis.
Berikut kondisi bursa-bursa regional di pagi hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai naik tipis 3,49 poin (0,12%) ke level 2.814,44.
- Indeks Hang Seng turun 12,01 poin (0,05%) ke level 23.159,79.
- Indeks Nikkei 225 turun 47,35 poin (0,46%) ke level 10.238,53.
- Indeks Straits Times turun 16,12 poin (0,50%) ke level 3.194,08.
(ang/ang)











































