5 Sekuritas Jadi 'Tumbal' Kesalahan Penjatahan Saham KS

5 Sekuritas Jadi 'Tumbal' Kesalahan Penjatahan Saham KS

- detikFinance
Rabu, 15 Des 2010 08:20 WIB
5 Sekuritas Jadi Tumbal Kesalahan Penjatahan Saham KS
Jakarta - Lima perusahaan Efek (Sekuritas) terafiliasi yang terbukti memesan 980 ribu lembar saham, hanyalah tumbal dari kesalahan 3 penjamin emisi saham perdana PT Krakatau Steel Tbk (KRAS). Pihak yang kontra atas penjatahan saham KRAS pun meminta, regulator pasar modal membuka data perdagangan pada hari pertama listing BUMN baja tersebut.

"Dia (5 sekuritas) kan dapatnya kecil, nggak signifikan. Yang 5 hanya jadi tumbal. Sumbernya tetap ada di 3 underwriter," ungkap pengamat pasar modal, Adler Manurung kepada detikFinance di Jakarta, Rabu (15/12/2010).

Ia menambahkan, 5 sekuritas yang terlibat dalam penjatahan saham KRAS serta 68 pihak pembeli ganda, sudah menjadi sumber kecurigaan sejak awal. Namun, Adler menilai regulator tidak memiliki itikad baik untuk menjelaskan kepada publik, sebelum KRAS listing di BEI pada 10 Oktober 2010 lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau ada itikad baik semua dibuka. Kalau saya, lebih dibuka termasuk data yang ada di KSEI, siapa-siapa saja yang menjual di hari pertama," jelasnya.

Reegulator dalam hal ini berpegang pada peraturan pasar modal yaitu audit penjatahan saham perdana suatu emiten, baru diketahui setelah 30 hari usai masa penjatahan. Untuk itu Adler pun vokal bersuara, aturan tersebut haruslah diubah.

"Ini untuk memperbaiki ke depan. Krn political will untuk memperbaiki pasar modal. Pelaporan penjatahan tidak perlu 5 hari, harusnya bisa 1x24 jam selesai. Sebelum transaksi lapor," ucapnya.

Sebelumnya, Ketua Bapepam Fuad Rahmany mengatakan ada 5 Sekuritas yang terbukti melanggar proses pemesanan saham KS karena mereka adalah pihak yang terafiliasi.

Menurut Ketua Bapepam Fuad Rahmany, kelima sekuritas ini memesan dan membeli atas nama mereka sendiri sebanyak 980 ribu lembar saham atau setara dengan 0,03% dari total saham yang ditawarkan sebanyak 3,155 miliar lembar. Mereka adalah MPI, SS, UKHS, BBS, dan MAS.

"Ada 5 perusahaan efek terafiliasi yang membeli. Mereka itu termasuk 52 agen penjual saham IPO KS. Karena mereka penjual jadi mereka dilarang membeli," papar Fuad waktu itu.

Namun, sumber detikFinance menyebut mereka adalah Minnapadi Investama. Samuel Sekuritas, UOB Kay Hian Securities, Bapindo Bumi Sekuritas, dan Masindo Artha Securities. Lima sekuritas ini termasuk dalam 52 broker yang menjadi agen penjual saham IPO KS.

(wep/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads