Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Ahmad Fuad Rahmany menjelaskan, masuknya BUMN ke pasar modal dapat memberikan dukungan pembiayaan ekspansi perusahaan milik pemerintah tersebut.
"Kan banyak pertanyaan dalam kasus Krakatau Steel, kalau butuh duit kenapa enggak pinjam di bank? Misalkan KS ini mau membangun pabrik, butuh modal. Kalau dia pinjam uang bank maka masuk pinjaman yang ada bunga, bunga harus dibayar secara periodik. Sedangkan kadang-kadang mereka mau beli mesin yang belum menghasilkan apa-apa dalam 3 tahun dan saham adalah pembiayaan yang tidak mugkin dipungkiri, tidak ada bunga," ujarnya dalam seminar ekonomi Peran Rights Issue BUMN bagi Pertumbuhan Ekonomi di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (15/12/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, lanjut Fuad, BUMN yang tidak masuk pasar modal bukan berarti BUMN yang tidak memiliki good corporate governance. Pasalnya, ada beberapa BUMN yang tanpa membuka saham di pasar modal telah memiliki pembiayaan yang baik bagi perusahaannya.
"Ada BUMN-BUMN yang tidak masuk pasar modal sudah bagus. Tapi kalau masuk pasar modal, dia wajib untuk bagus. Kalau melakukan kesalahan maka akan kelihatan. Jadi ada tekanan untuk bagus," ujarnya.
Untuk itu, Fuad menilai masuknya BUMN ke pasar modal merupakan sesuatu yang baik. Jikapun ada masalah, Fuad meyakinkan pihaknya dapat mengatasi hal tersebut sesuai dengan aturan.
"Ini (IPO) baik bagi BUMN, buat itu lebih terbuka. Kalaupun nanti diduga ada kecurangan, itu nanti akan kita selesaikan. Ada prosedurnya. Biarkan listed dulu ke pasar modal. Nanti kalau ada apa-apanya kita periksa,"pungkasnya.
(nia/ang)











































