PT Jasa Marga Tbk (JSMR) menargetkan transaksi harian di seluruh tol milik perseroan yang menggunakan e-toll card bisa meningkat menjadi Rp 3,6 miliar per hari di 2013. Saat ini dari total transaksi harian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu Rp 12 miliar, sementara yangenggunakan e-toll card baru sebanyak Rp 720 juta saja.
Direktur Utama Jasa Marga Frans S Sunito mengatakan, kenaikan itu akan disokong oleh meningkatnya penggunaan e-toll card yang saat ini jumlahnya masih sedikit dimiliki oleh masyarakat Indonesia.
"Saat ini baru 6% saja transaksi harian yang memakai e-toll card. Nanti kita akan kembangkan sistem baru sehingga peminatnya makin banyak, dengan begitu bisa ada kenaikan sampai 30% transaksi e-toll dari total transaksi harian," katanya di Plaza Mandiri, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (16/12/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahun depan, kita akan launching sistem transaksi tanpa henti dan tanpa buka jendela. Jadi (transaksi) bisa lebih cepat, kalau pakai e-toll kan masih butuh 2-3 detik," ujarnya.
Setiap harinya, seluruh gerbang tol milik perseroan melayani sekitar 900 juta transaksi per hari. Angka ini diprediksi akan naik lagi di tahun depan, menembus 1 miliar transaksi per hari.
Menurut Frans, jika Jasa Marga tidak mengembangkan sistem transaksi yang praktis, maka bisa dibayangkan antrian mobil di gerbang tol yang hendak melakukan transaksi.
"Saat ini e-toll bisa dipakai di JORR (Jakarta Outer Ring Road) yang terbentang dari gerbang veteran di ujung barat sampai gerbang Rorotan di ujung timur," ujarnya.
Dalam ruas sepanjang itu, e-toll bisa digunakan di 28 gerbang dan 83 yang dioperasikan oleh perusahaan pelat merah tersebut.
(ang/qom)











































