IHSG Masih Bisa Lanjutkan Reli

Rekomendasi Saham

IHSG Masih Bisa Lanjutkan Reli

- detikFinance
Senin, 03 Jan 2011 07:50 WIB
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan akhir tahun pada pekan lalu di level 3.703. Meski tidak pada posisi tertingginya sepanjang tahun, namun IHSG tetap mencatat kinerja terbaik dibandingkan bursa Asia Pasifik.

Dalam volume yang tidak terlalu ramai, IHSG berhasil menguat dan menembus lagi level psikologis 3.700 pada pekan lalu. Berikut pergerakan IHSG pada pekan lalu:

  • Senin (27/12/2010), IHSG ditutup menguat 13,735 poin (0,38%) ke level 3.625,266.
  • Selasa (28/12/2010), IHSG ditutup menguat 34,727 poin (0,96%) ke level 3.659,993.
  • Rabu (29/12/2010), IHSG ditutup menguat 39,224 poin (1,07%) ke level 3.699,216.
  • Kamis (30/12/2010), IHSG ditutup menguat tipis 4,295 poin (0,12%) ke level 3.703,512.

"Mayoritas bursa saham Asia mengakhiri tahun 2010 dengan kenaikan, kecuali Nikkei, Australia, dan New Zealand yang melemah. Kenaikan ini, diiringi rasa kekhawatiran tentang belum pulih sepenuhnya ekonomi AS dan krisis Eurozone yang masih membayangi investor," jelas RezaΒ  Priyambada, Managing Research PT. Asjaya Indosurya Securities dalam ulasannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perdagangan awal tahun 2011 pada Senin (3/1/2011) akan dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. IHSG diprediksi akan menguat pada awal-awal perdagangan didorong oleh semangat awal tahun. Namun investor harus tetap mewaspadai sinyal-sinyal koreksi setelah kenaikan yang cukup besar pada pekan lalu.

"Meski masih terdapat ruang kenaikan namun, investor berhati-hati bila mulai ada sinyal reversal negatif. Apalagi ada berita negatif dari China," jelas Reza.

Seperti diketahui, pertumbuhan manufaktur China melambat untuk pertama kalinya dalam 5 bulan pada Desember, setelah PM China mengetatkan kebijakan moneter dan efisiensi energi. Indeks Purchasing managers turun ke 53,9 dari 55,2 pada November. The China Federation of Logistics and Purchasing menyatakan, kurang dari perkiraan medium dari 55. Ukuran biaya manufaktur juga turun. Adanya kebijakan Pemerintah China yang akan membatasi kuota kendaraan roda 4 di ibukota China diperkirakan akan berpengaruh terhadap industri otomotifnya.

Sementara bursa Wall Street Jumat (31/12/2010), dari 3 indeks utama hanya Dow Jones yang menguat. Sementara S&P 500 melemah tipis 0,24 poin (0,02%) ke level 1.257,64. Indeks Nasdaq juga melemah 10,11 poin (0,38%) ke level 2.652,87. Bursa Jepang pada Senin ini masih libur merayakan tahun baru.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

eTrading Securities:

Pada perdagangan Kamis (30/12), yang merupakan hari terakhir di tahun 2010, IHSG ditutup menguat 4 point (+0.11%) ke level 3,703.51. Perdagangan masih tercatat sepi dengan value transaksi yang hanya mencapai Rp3.9 triliun dan volume sebesar 7.3 juta. Asing tercatat melakukan net buy sebesar Rp137.5 miliar. Secara teknikal indeks masih dalam fase konsolidasi terlihat dengan posisi terakhir indeks yang berada ditengah bollinger dengan volume yang tipis (dibawah SMA20). Kami perkirakan pada pembukaan tahun perdagangan, IHSG memiliki kemungkinan untuk melanjutkan rally dilihat dari posisi terakhir indeks dimana garis SMA5 sudah memotong SMA60 dan akan memotong SMA20. Pada hari Senin (2/1), kami perkirakan IHSG akan berada dikisaran 3,656 - 3,741 dengan saham - saham yang dapat diperhatikan a.l. KLBF, LSIP, UNTR dan PTPP.

Asjaya Indosurya Securities:

Pada perdagangan Senin (3/1) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.674-3.689 dan resistance 3.719-3.730. Candle membentuk spinning tops di posisi atas. Biasanya candle seperti ini mengindikasikan akan adanya reversal . Bila candle nantinya melemah maka pola yang telah terjadi merupakan bearish engulfing . MACD terlihat mulai menguat setelah membentuk golden cross dengan histogram positif yang mulai memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic bergerak menuju area oversold . Meski masih terdapat ruang kenaikan namun, investor berhati-hati bila mulai ada sinyal reversal negatif. Apalagi ada berita negatif dari China.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads