Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tipis 5 poin setelah laju penguatannya tertahan oleh aksi jual di saham-saham aneka industri. Penguatan saham sektor pertambangan mampu menyelamatkan bursa dari zona merah.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG menguat 20,340 poin (0,55%) ke level 3.747,857. Indeks merekah 20 poin menyambut sentimen positif pergerakan bursa-bursa utama dunia.
Pada penutupan perdagangan Sesi I, Selasa (4/1/2011), IHSG naik tipis 5,590 poin (0,15%) ke level 3.733,107. Sementara Indeks LQ 45 naik 1,109 poin (0,17%) ke level 669,060.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Posisi tertinggi yang bisa diraih indeks hari ini di level 3.763,383. Sementara posisi terendahnya di level 3.724,472 setelah sempat terkoreksi tipis menjelang penutupan sesi siang.
Sama seperti perdagangan hari sebelumnya, penguatan tertinggi masih dikoleksi oleh saham-saham di sektor industri pertambangan. Kemudian disusul oleh saham-saham perkebunan dan perdagangan.
Beberapa sektor industri melemah, menjadikannya pengganjal laju penguatan indeks pada perdagangan hari ini, antara lain sektor aneka industri dan manufaktur.
Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 78.579 kali pada volume 4,232 miliar lembar saham senilai Rp 3,860 triliun. Sebanyak 91 saham naik, 96 saham turun dan 77 saham stagnan.
Bursa-bursa regional masih melenggang santai di zona hijau hingga siang hari ini. Beberapa diantaranya mencetak penguatan yang cukup signifikan.
Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai menguat 35,78 poin (1,27%) ke level 2.843,86.
- Indeks Hang Seng naik 132,33 poin (0,56%) ke level 23.568,38.
- Indeks Nikkei 225 melesat 172,48 poin (1,69%) ke level 10.401,40.
- Indeks Straits Times naik 19,42 poin (0,60%) ke level 3.255,19.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 1.700 ke Rp 56.000, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp 1.150 ke Rp 25.100, United Tractor (UNTR) naik Rp 700 ke Rp 25.000, dan Indika Energy (INDY) naik Rp 300 ke Rp 5.400.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 2.050 ke Rp 52.350, Sarana Menara (TOWR) turun Rp 400 ke Rp 12.550, Waran Inovisi (INVS-W) turun Rp 250 ke Rp 4.750, dan Bank Mega (MEGA) turun Rp 250 ke Rp 2.925.











































