Termasuk saham-saham komoditas yang mengalami koreksi menyusul turunnya harga tembaga, minyak dan komoditas lain setelah sempat menembus titik tertingginya dalam beberapa tahun terakhir.
Pada perdagangan Selasa (4/1/2011), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup menguat tipis 20,43 poin (0,18%) ke level 11.691,18. Indeks Standard & Poo's 500 melemah 1,67 poin (0,13%) ke level 1.270,20 dan Nasdaq melemah 10,27 poin (0,38%) ke level 2.681,25.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Indeks S&P cukup ringan karena fakta bahwa sepertinya ada sedikit ketertarikan baru di pasar. Saya kira ini cukup halus, namun saya tidak berpikir ini hadir. Seberapa lama akan ada, tentunya akan menjadi jutaan dolar pertanyaan," ujar Nick Kalivas, analis senior dari MF Global seperti dikutip dari Reuters, Rabu (5/1/2011).
Saham perusahaan gorisir Supervalu Inc turun hingga 6% dan menjadi penurun terbesar di S&P 500 setelah Morgan Stanley mengatakan kepada investor untuk memangkas jumlah saham tersebut dengan alasan naiknya biaya makanan akan memangkas marjin.
Perdagangan berjalan cukup ramai dengan transaksi di New York Stock Exchange mencapai 8,38 miliar lembar saham, sedikit di bawah rata-rata tahun lalu yang sebesar 8,47 miliar lembar saham.
(qom/qom)











































