Demikian disampaikan Direktur Utama PT Martina Berto Tbk, Bryan Tilaar dalam perbincangan dengan detikFinance di Jakarta, Senin (10/1/2011) malam.
"Dapat kami informasikan, bahwa untuk pooling saham Martina Berto yang baru kami tawarkan dari 3-7 Januari 2011 mengalami oversuscribed 52 kali," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Permintaan dari investor mencapai Rp 3,4 triliun selama periode penawaran awal perdana saham (bookbuilding). Sebanyak Rp 1 triliun didapat dari publik, sisanya Rp 2,4 triliun merupakan penawaran dari sindikasi.
Direktur Investment Banking Trimegah, Abraham Arief, menyampaikan meski terjadi kelebihan permintaan namun Martina Berto tidak melakukan penambahan porsi saham (up size) yang ditawarkan. Trimegah selaku penjamin emisi, tidak memberikan keistimewaan tertentu bagi investor yang ingin memiliki saham Martina Berto.
Rencananya listing anak usaha Marta Tilaar grup ini rencananya akan terselenggara pada 13 Januari 2011. Dana hasil penawaran umum tersebut akan digunakan pengelola produk kecantikan Martha Tilaar Grup diantaranya pembangunan pabrik, pembayaran utang dan modal kerja.
Martina Berto merupakan pemain urutan kedua dalam kategori colour cosmetics dengan market share 13,6%. Sementara perseroan urutan keempat di skin care product dengan market share 5,7%. Dengan pelaksanaan IPO tersebut, perseroan akan memperbaiki posisi perusahaan bisa menjadi rangking satu untuk kategori colour cosmetic dan rangking tiga untuk kategori skin care.
(wep/qom)











































