Menteri BUMN Berharap Harga Saham Garuda Bisa Capai Rp 1.000

Menteri BUMN Berharap Harga Saham Garuda Bisa Capai Rp 1.000

- detikFinance
Minggu, 16 Jan 2011 10:42 WIB
Aceh Utara - Proses penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO) PT Garuda Indonesia sejauh ini berjalan lancar. Menteri BUMN Mustafa Abubakar berharap harga saham PT Garuda Indonesia bisa capai Rp 1000 per lembar.

"IPO Garuda, jalan lancar," ujarnya usai pembukaan Pembukaan Program Revitalisasi Lahan, di Sawang, Aceh Utara, Sabtu (15/1/2011).

Menurutnya, rentang harga saham yang ditentukan yaitu Rp 750-1.100 masih dikatakan baik. Dia berharap harga saham Garuda bisa mencapai Rp 1.000.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya harap bisa capai sekitar Rp 1000. Hasilnya tergantung bookbuilding nanti, kita lihat," tegasnya.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar menginginkan harga premium atas penawaran perdana saham (IPO), dari kisaran yang telah ditentukan dalam paparan publik, Rp 750-1.100.

"Kita inginnya harga yang paling atas," jelas Emir di Hotel Ritz Calton, SCBD Jakarta, Rabu (12/1/2010).

Pemerintah bakal melepas saham IPO PT Garuda Indonesia di kisaran Rp 750-1.100 per lembar. Harga ini sudah berdasarkan persetujuan pemerintah sebagai pemegang saham dengan penjamin emisi (underwritter).


"Harga berada dalam rentang Rp 750-1.100. Itu sudah hasil pembahasan mendalam dari berbagai aspek, itu hasil yang didapat," ujar Mustafa di kantornya akhir pekan lalu.

Mustafa mengatakan dirinya menghendaki harga saham IPO Garuda berada di atas kisaran tersebut. Namun 3 penjamin emisi tidak sanggp jika menjual di atas Rp 900 per lembar.

"Indikasi penawaran belum ada tapi dari tes awal minatnya bagus. Semakin banyak domestik yang masuk, semakin bagus," ujar Mustafa.

Dia berharap porsi investor domestik dalam penjatahan IPO mencapai 70-80%. Jumlah saham IPO Garuda 9.362.429.500 lembar. Diambil dari seri B 7.426.691.500 saham baru dan dikeluarkan dari portepel perseroan, dgn nilai nominal Rp 500. Kedua, 1.935.738.000 lembar diambil dari saham seri B milik Bank Mandiri. Jumlah saham yang ditawarkan setara dengan 36,48% dari total modal ditempatkan dan disetor Target dana yang bisa diperoleh dari penjualan 36,48% saham ke publik itu sekitar berkisar Rp 4-5 triliun.

Saham maskapai pelat merah itu melantai di bursa pada 11 Februari 2011. BUMN Aviasi ini juga siap menggelar roadshow pada 17-28 Januari 2011. Bertindak sebagai penjamin emisi adalah PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Bahana Securities.


(nia/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads