Mengawali perdagangan, saham Apple langsung anjlok hingga 6% sehari setelah Jobs mengumuman cutinya karena masalah kesehatan. Namun beberapa saat kemudian, saham Apple pulih dan ditutup hanya turun 2,25% ke level US$ 340,65.
"Bagi saya, ini sepertinya sebuah berita yang akan menimbulkan masalah bagi perusahaan, tapi ini adalah Apple, dan ini tidak akan menjadi masalah," ujar Stephen Massocca, managing director Wedbush Morgan seperti dikutip dari Reuters, Rabu (19/1/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada perdagangan Selasa (18/1/2011), indeks Dow Jones ditutup menguat 50,55 poin (0,43%) ke level 11.837,93. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 1,78 poin (0,14%) ke level 1.295,02 dan Nasdaq menguat 10,55 poin (0,38%) ke level 2,765,85.
Pelemahan saham Apple yang mengambil porsi cukup besar di Nasdaq itu tertutupi oleh kenaikan saham Google hingga 2,5%. Saham Google melonjak setelah beberapa broker menaikkan target harga.
Indeks Dow Jones juga terdorong oleh kenaikan saham Caterpillar Inc hingga 2,8%. Kenaikan saham produsen alat berat itu terjadi setelah Raymond James menaikkan target haranya dari US$ 95 menjadi US$ 116.
Dow Jones juga terangkat oleh kenaikan saham Boeing Co hingga 3,4% setelah produsen pesawat itu berhasil meredam kekhawatiran seputar pengiriman 787 Dreamliner yang sudah sekian lama tertunda.
Volume perdagangan cukup moderat dengan transaksi di New York Stock Exchange mencapai 8,5 miliar lembar saham, sedikit di atas rata-rata tahun lalu yang mencapai 8,47 miliar lembar saham.
(qom/qom)











































