"Saya prihatin dengan kejadian matinya data feed BEI kemarin," ujar Muhammad Alfatih, Vice President Senior Technical Analyst PT Samuel Sekuritas Indonesia kepada detikFinance, Kamis (20/1/2011).
"Sebagai seorang analis teknikal maka keakuratan data transaksi merupakan hal vital, sebagaimana data laporan keuangan bagi seorang analis fundamental," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mudah-mudahan pihak otoritas bisa memahami pentingnya updating data transaksi bagi para data provider," tambah Alfatih.
Seperti diketahui, sistem datafeed atau sistem pengiriman data kepada anggota bursa dan perusahaan penyalur informasi transaksi saham kemarin mengalami gangguan pada pukul 15.46 waktu JATS. Namun BEI menegaskan tidak ada gangguan dari sistem perdagangan.
Pada perdagangan Rabu (19/1/2011) pukul 15.46 waktu JATS, IHSG tercatat melemah 31,374 poin (0,89%) ke level 3.517,275. Namun berdasarkan data dari BEI hingga penutupan pukul 16.00 waktu JATS, IHSG melemah 14,36 poin (0,40%) ke level 3.534,284. BEI menegaskan, sistem datafeed sudah pulih sejak Rabu petang kemarin.
(qom/qom)











































