Analis Prihatin Matinya Datafeed Transaksi BEI

Analis Prihatin Matinya Datafeed Transaksi BEI

- detikFinance
Kamis, 20 Jan 2011 08:45 WIB
Jakarta - Analis menyatakan keprihatinannya atas matinya datafeed transaksi di Bursa Efek Indonesia. Otoritas bursa diharapkan bisa memahami pentingnya data transaksi tersebut bagi pada analis teknikal.

"Saya prihatin dengan kejadian matinya data feed BEI kemarin," ujar Muhammad Alfatih, Vice President Senior Technical Analyst PT Samuel Sekuritas Indonesia kepada detikFinance, Kamis (20/1/2011).

"Sebagai seorang analis teknikal maka keakuratan data transaksi merupakan hal vital, sebagaimana data laporan keuangan bagi seorang analis fundamental," tambahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alfatih mengungkapkan, hingga Kamis pagi ini, semua online data provider, seperti Bloomberg atau IMQ masih belum update dengan data akhir perdagangan BEI pukul 16.00. Data yang tersaji masih data pk 15:46 saat terputusnya data eed BEI.

"Mudah-mudahan pihak otoritas bisa memahami pentingnya updating data transaksi bagi para data provider," tambah Alfatih.

Seperti diketahui, sistem datafeed atau sistem pengiriman data kepada anggota bursa dan perusahaan penyalur informasi transaksi saham kemarin mengalami gangguan pada pukul 15.46 waktu JATS. Namun BEI menegaskan tidak ada gangguan dari sistem perdagangan.

Pada perdagangan Rabu (19/1/2011) pukul 15.46 waktu JATS, IHSG tercatat melemah 31,374 poin (0,89%) ke level 3.517,275. Namun berdasarkan data dari BEI hingga penutupan pukul 16.00 waktu JATS, IHSG melemah 14,36 poin (0,40%) ke level 3.534,284. BEI menegaskan, sistem datafeed sudah pulih sejak Rabu petang kemarin.


(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads