Demikian diungkapkan oleh Gubernur BI Darmin Nasution ketika ditemui di Gedung Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin, Jakarta, Jumat (21/1/2011).
"Di kawasan Regional memang jatuh kemarin dan yang berat itu China sebenarnya bukan Indonesia jadi memang ini secara global sedang terjadi apa yang namanya jitter," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengungkapkan, secara umum kekhawatiran tersebut dimanfaatkan oleh pemilik dana. Menurutnya hal ini sudah biasa dan negara-negara termasuk Indonesia sudah mengantsisipasi dan memperisapkan langkah-langkah.
"Kekhawatiran ini dimanfaatkan oleh pemilik dana. Jadi ini tidak ada yang khusus dalam waktu yang tidak lama masing-masing negara akan mengambil langkah mengantisipasi," jelas Darmin.
Lebih jauh Darmin mengakui memang terjadi arus aliran modal keluar (capital inflow) namun tidak dalam jumlah yang besar. Lebih banyak, sambung Darmin yakni perpindahan portofolio dari instrumen yang satu ke yang lainnya.
Terkait tekanan inflasi di Indonesia, Darmin mengharapkan upaya pemerintah untuk mengendalikan inflasi.
"Kita masih melihat lebih jauh dahulu soal inflasi di Januari ini. Pemerintah mengatakan upaya mengendalikan inflasi khususnya harga beras dilakukan dengan serius dan impor juga mulai masuk maka nanti akan kelihatan di awal Februari 2011," paparnya.
(dru/dnl)











































