BI: Kejatuhan Pasar Saham Tak Hanya di Indonesia

BI: Kejatuhan Pasar Saham Tak Hanya di Indonesia

- detikFinance
Jumat, 21 Jan 2011 12:49 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan kejatuhan pasar saham tidak hanya terjadi di Indonesia. Bank sentral melihat kejatuhan pasar saham juga terjadi di kawasan regional yang diakibatkan karena kekhawatiran inflasi dan gelembung ekonomi alias bubble.

Demikian diungkapkan oleh Gubernur BI Darmin Nasution ketika ditemui di Gedung Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin, Jakarta, Jumat (21/1/2011).

"Di kawasan Regional memang jatuh kemarin dan yang berat itu China sebenarnya bukan Indonesia jadi memang ini secara global sedang terjadi apa yang namanya jitter," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hal ini dikarenakan adanya kekhawatiran inflasi di negara-negara tertentu dan bubble," imbuh Darmin.

Ia mengungkapkan, secara umum kekhawatiran tersebut dimanfaatkan oleh pemilik dana. Menurutnya hal ini sudah biasa dan negara-negara termasuk Indonesia sudah mengantsisipasi dan memperisapkan langkah-langkah.

"Kekhawatiran ini dimanfaatkan oleh pemilik dana. Jadi ini tidak ada yang khusus dalam waktu yang tidak lama masing-masing negara akan mengambil langkah mengantisipasi," jelas Darmin.

Lebih jauh Darmin mengakui memang terjadi arus aliran modal keluar (capital inflow) namun tidak dalam jumlah yang besar. Lebih banyak, sambung Darmin yakni perpindahan portofolio dari instrumen yang satu ke yang lainnya.

Terkait tekanan inflasi di Indonesia, Darmin mengharapkan upaya pemerintah untuk mengendalikan inflasi.

"Kita masih melihat lebih jauh dahulu soal inflasi di Januari ini. Pemerintah mengatakan upaya mengendalikan inflasi khususnya harga beras dilakukan dengan serius dan impor juga mulai masuk maka nanti akan kelihatan di awal Februari 2011," paparnya.

(dru/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads