Demikian disampaikan Direktur HSBC Securities, Hari Mantoro kepada detikFinance usai penyelenggaraan public expose di Hotel Pacific Place, SCBD Jakarta, Selasa (25/1/2011).
Seri A dengan jangka waktu 370 hari. Seri ini mengacu kepada surat utang negara (SUN) seri FR0017 dengan kisaran premium 75-140 bps. Gambaran benchmark untuk seri A mencapai 6,89-7,54%. Sedangkan seri B memiliki tempo 24 bulan, dengan acuan bunga yang adalah SUN FR0033 plus 100-160 bps. Kisaran suku bunga seri B mencapai 8,15-8,75%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebagai gambaran benchmark yield per kemarin (seri D), 8,47%," jelasnya.
Bunga dibayarkan dalam 3 bulanan, dengan pembayaran obligasi dilakukan secara penuh (bullet payment) pada saat jatuh tempo.
Selaku penjamin pelaksanan emisi obligasi, perseroan mempercayakan kepada PT Indo Premier Securities, PT Mandiri Sekuritas, PT HSBC Securities Indonesia, PT Standard Chartered Securities Indonesia, serta PT OSK Nusadana Securities Indonesia.
Keseluruhan dana digunakan untuk pemenuhan modal kerja pembiayaan kendaraan bermotor perseroan. Rating yang diberikan Pefindo untuk surat utang perseroan adalah idAA (stable outlook).
ASF tidak menyelenggarakan penyisihan dana (sinking fund) untuk obligasi ini. Pertimbangannya adalah untuk mengoptimalkan dana hasil penawaran umum obligasi sesuai dengan tujuan rencana.
Masa bookbuilding pasa 25 Januari-8 Februari 2011. Perkiraan tanggal efektif pada 17 Februari 2011 dengan masa penawaran di 21-22 Februari 2011.
Penjatahan dijadwalkan pada 23 Februari serta distribusi secara elektronik di 25 Februari 2011. Pencatatan di BEI sendiri baru akan terlaksana pada 28 Februari 2011.Pajak Progresif Tak Pengaruhi Industri
Pemberlakuan pajak progesif kendaraan bermotor tak berpengaruh signifikan akan industri pembiayaan kendaraan di tahun 2011. Efek yang terjadi hanya sementara dan bersifat psikologis.
Demikian disampaikan Komisaris Utama ASF, Gunawan Geniusaharja penyelenggaraan public expose di Pacific Place, SCBD, Jakarta, Selasa (25/1/2011).
"Kenaikan pajak progresif 1%, jika dibandingkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil 6%, ga pengaruh. Ini pengaruh psikologis," tambahnya.
Ia menerangkan, keyakinan perseroan didasarkan atas optimisme Gaikindo yang menyatakan potensi pertumbuhan otomotif tahun ini mencapai 10%. "Gaikindo optimis, mereka tumbuh. Apalagi kalau 1%, dibagi 36 kali selama 3 tahun," jelasnya.
Dengan demikian ASF optmis dapat meningkatkan pembiayaan kendaraan Rp 17 triliun di tahun 2011. Jumlah ini meningkat dibandingkan periode sebelumnya, Rp 16,6 triliun atau setara dengan 115 ribu kendaraan.
"Kita pasang angka yang moderat, untuk target 2011. Total pembiayaan Rp 17 triliun untuk ASF, dan di brand ACC (Astra Credit Company) grup Rp 21 triliun," tegas Direktur Utama ASF, Djony Bunarto Tjondro.
Memang target pertumbuhan nampak moderat. Pasalnya perseroan lebih menginginkan pola pengelolaan piutang yang berimbang.
"ASF selalu konsisten dan mengadopsi pada pertumbuhan dan kualitas piutang, portofolio. Juga karena ada dampak psikologis (pajak progresif) meski tidak besar," jelas Djony. (wep/dnl)











































