Indeks Saham Melorot 21,521 Poin

Keamanan Memburuk

Indeks Saham Melorot 21,521 Poin

- detikFinance
Rabu, 05 Mei 2004 16:24 WIB
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Rabu (5/5/2004) turun tajam 21,521 poin pada level 758,082. Transaksi pada hari ini diwarnai kekhawatiran investor atas kondisi keamanan di Indonesia dari akibat berbagai kerusuhan dan teror bom.Indeks LQ-45 turun 4,852 poin pada level 165,289, JII turun 3,180 poin peda level 127,251, MBX turun 5,147 poin pada level 205,439 dan DBX turun 5,617 poin pada level 173,208.Perdagangan di pasar reguler mencatat transaksi sebanyak 13.836 kali pada volume 3,743 juta lot saham senilai Rp 932,862 miliar. Sebanyak 16 saham naik, 123 saham turun sedangkan 249 saham stagnan. Saham-saham yang turun harganya di top lossers diantaranya: Gudang Garam turun Rp 750 menjadi Rp 13.300, Astra International turun Rp 350 menjadi Rp 5.650, Telkom turun Rp 200 menjadi Rp 7.900, Indosat turun Rp 100 menjadi Rp 4.025, Bank Danamon turun Rp 100 menjadi Rp 3.200, Bank Mandiri turun Rp 75 menjadi Rp 1.375, BRI turun Rp 50 menjadi Rp 1.575, BCA turun Rp 50 menjadi Rp 3.875.Sedangkan saham yang masih mencetak kenaikan harga di top gainers diantaranya: Semen Gresik naik Rp 150 menjadi Rp 9.950, Pelayaran Tempuran Mas naik Rp 100 menjadi Rp 725, Indosiar naik Rp 25 menjadi Rp 550, Aneka Kimia Raya naik Rp 25 menjadi Rp 1.425 dan Tunas Ridean naik Rp 5 menjadi Rp 360.Tekanan jual pada penutupan hari ini masih terus berlanjut karena kekhawatiran investor atas kondisi keamanan menyusul terjadinya teror bom di Pekanbaru. Kekhawatiran ini bertambah karena kejadian di Makassar dan Ambon belum berhasil dituntaskan.Sementara itu sentimen atas tingginya inflasi pada bulan April juga memberikan tambahan sentimen negatif ke pasar modal. Meski demikian, menurut Presdir Kim Eng Securities Mustofa penurunan indeks hari ini mesih dalam batas wajar pasalnyua IHSG sudah mengalami kenaikan yang cukup tinggi sehingga investor saat ini melakukan konsolidasi terlebih dahulu. (san/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads