"Awalnya kan utang kita itu hanya Rp 1 triliun nah kalau lebih sampai Rp 1,3-1,4 triliun ya lebih bagus kita senang sekali," ujar Zulkifli di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Kamis (27/1/2011).
Menurut Zulkifli, konversi utang Garuda menjadi saham tersebut diharapkan dapat menambah pertumbuhan laba Mandiri di 2011. Sementara untuk dana hasil rights issue rencananya akan digunakan untuk ekspansi perseroan yang otomatis akan menambah perolehan laba.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zulkifli menambahkan, dalam 5 tahun kedepan Mandiri optimistis dapat mencatat pertumbuhan kreditnya hingga 20-22%. Selain itu, ditambah lagi dengan kesiapan pembentukan jaringan Mandiri dan infrastruktur.
Bank Mandiri sebelumnya memiliki piutang ke Garuda dalam bentuk mandatory convertible bond (MCB/obligasi konversi) senilai Rp 1,018 triliun. Dalam perjanjian pelunasannya, Garuda membayar 5% dari utang pokok MCB senilai Rp 50,94 miliar, sedangkan sisanya sebesar Rp 967,87 miliar akan dikonversi menjadi saham Garuda sebesar 10,61%.
Pemerintah telah menetapkan harga IPO Garuda Rp 750, atau batas terbawah dari kisarah harga Rp 750-Rp 1.000 yang ditetapkan pemerintah sebelumnya. Garuda melepas saham baru sebanyak 6,33 miliar lembar atau setara dengan 26,67% dari total modal yang ditetapkan. Porsi ini didiskon dari target semula 30%. Dengan demikian, total dana yang didapat mencapai Rp 4,751 triliun.
Karena saham yang dilepas sebagian milik Bank Mandiri, maka pembagian hasil IPO adalah Bank Mandiri Rp 1,451 triliun dari melepas 1,9 miliar lembar, sementara Garuda bisa menikmati Rp 3,3 triliun sisanya
(dru/qom)











































