Manajemen Martina Berto Tak Risau Sahamnya Anjlok

Manajemen Martina Berto Tak Risau Sahamnya Anjlok

Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Senin, 31 Jan 2011 12:08 WIB
Jakarta -

Direktur Utama PT Martina Berto Tbk (MBTO), Bryan Tillar, tak khawatir akan penurunan harga sahamnya usai listing pada 13 Januari 2011 lalu di Rp 740, kini menjadi Rp 450 per lembar sampai dengan sesi I perdagangan hari ini.

Menurutnya, penurunan harga saham perseroan tidak lepas dari kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang telah turun tajam. Investor sepanjang bulan Januari menjaga investasinya, dan mengamankan portofolio saham-saham blue chip.

"Kita kan baru IPO, indeks juga mengalami penurunan sedemikian. Namun, yang terpenting kami terus menjaga dari sisi fundamental. Karena itu yang basic," jelas Bryan di gedung CIMB Niaga, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (31/1/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menerangkan, di dalam pasar skunder ada banyak macam investor, dari yang investasi jangka pendek (short term) atau jangka panjang (long term). Untuk jenis investor pertama, tercatat banyak melepas saham MBTO.

"Tim internal perseroan pun selalu memantau pergerakan saham," tambahnya.

"Dari media, juga disebutkan, indeks di kawasan Timur Tengah juga terganggu dengan adanya krisis di Mesir dan Tunisia. Saya pikir ini ada pengaruh kepada ekonomi dalam beberapa bulan ke depan," tegas Bryan.

Saham perseroan baru saja listing di 13 Januari 2011 lalu, dengan harga perdana Rp 740 per lembar. Di awal perdagangan kala itu, saham MBTO sempat naik hingga Rp 800 per lembar, namun ini tak berlangsung lama. Saham perseroan terus menurun dari hari ke hari, dan kini berada di level Rp 450 per lembar.

Padahal pada periode bookbuilding, permintaan dari investor mencapai Rp 3,4 triliun. Sebanyak Rp 1 triliun didapat dari publik, sisanya Rp 2,4 triliun merupakan penawaran dari sindikasi.

Dana hasil penawaran umum tersebut akan digunakan pengelola produk kecantikan Martha Tilaar Grup diantaranya pembangunan pabrik, pembayaran utang dan modal kerja. Martina Berto merupakan pemain urutan kedua dalam katagori colour cosmetics dengan pangsa pasar 13,6%. Sementara perseroan urutan keempat di skin care product dengan pangsa pasar 5,7%.

Dengan pelaksanaan IPO tersebut, perseroan akan memperbaiki posisi perusahaan bisa menjadi rangking satu untuk katagori colour cosmetic dan rangking tiga untuk katagori skin care.

(wep/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads