Bapepam: Anjloknya Indeks Terkait Rencana Pajak Saham

Bapepam: Anjloknya Indeks Terkait Rencana Pajak Saham

- detikFinance
Senin, 10 Mei 2004 13:15 WIB
Jakarta - Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) Herwidayatmo mengakui anjloknya pasar saham saat ini karena terkait adanya isu pengenaan pajak saham. Namun demikian, ia meminta para investor agar tidak panik."Kepanikan-kepanikan itu terjadi karena adanya isu pengenaan pajak dan lain-lain. Tapi menurut saya pemodal dalam negeri tidak perlu ikut panik," kata Herwid saat dijumpai di gedung Departemen Keuangan, Jl. Lapangan Banteng Timur, Jakarta Pusat, Senin (10/5/2004).Menurut dia, yang perlu dilihat sebenarnya adalah fundamental dari masing-masing emiten. "Tapi memang pasar itu kan tidak ada yang menjamin. Pasar itu bergerak kemana saja mereka mau," imbuhnya.Seperti diberitakan, saat ini Direktorat Jenderal Pajak tengah mengkaji untuk menaikkan pajak saham sebesar 0,1 persen dari capital gain yang diperoleh investor. Pemerintah sendiri sudah melakukan kajian mengenai kenaikan pajak saham tersebut sejak 10 tahun lalu.Selain itu, faktor yang menyebabkan anjloknya indeks kemungkinan juga terkait sudah waktunya bagi investor untuk menjual saham karena harganya sudah sangat tinggi. "Mereka merasa sudah saatnya membuang barang nanti membeli lagi yang lebih murah. Ini kan memang perilaku pasar," jelas Herwid.Namun demikian, lanjut dia, merosotnya indeks saham saat ini belum dipicu oleh rumor hengkangnya investor asing dari Indonesia. "Saya tidak bisa pastikan itu," jawabnya.Terkait dengan pemilihan presiden dan wakil presiden, menurut Herwid, investor masing-masing telah memiliki ekspektasi terhadap capres dan cawapres yang ada. "Mereka kan berhitung dan punya ekspektasi masing-masing calon presidennya dan segala macam, di samping faktor luar negeri, tingkat bunga," demikian Herwidayatmo. (ani/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads