Matahari Bagi Dividen Rp 300 per Saham

Matahari Bagi Dividen Rp 300 per Saham

- detikFinance
Senin, 14 Feb 2011 18:42 WIB
Jakarta - PT Matahari Putera Prima Tbk (MPPA) membagikan dividen dengan total Rp 4,5 triliun. Sebesar Rp 2,9 triliun sudah dibayarkan berupa dividen interm. Sisanya Rp 1,6 triliun atau setara Rp 300 per lembar akan segera dibayarkan Maret 2011.

Demikian disampaikan oleh Presiden Direktur Matahar Putra Prima Bunjamin J. Mailool usai rapat umum pemegang saham (RUPS) di Hotel Aryaduta, Jakarta, Senin (14/2/2011).

"Matahari mengumumkan total dividen yang dibagikan mencapai Rp 4,5 triliun, atau tertinggi sepanjang sejarah pemberian dividen MPPA," jelasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sepanjang 2011, perseroan bersiap menambah 17 gerai baru Hypermart. Total dana investasi yang dipersiapkan mencapai Rp 1 triliun.

Di 2010, perseroan telah membangun 8 gerai Hypermart baru. Hingga akhir 2010, perseroan telah memiliki 51 gerai Hypermart di 29 kota, 25 Foodmart di 18 kota dan 54 gerai di 31 kota.

Dana Rp 1 triliun bersumber dari dana internal. Pembangunan akan dilakukan di berbagai kota di Indonesia, namun tetap didominasi pulau Jawa.

Direktur Coporate Communication perseroan Danny Kojongian menambahkan, kawasan Indonsia Timur sejatinya berpotensi besar dalam pertumbuhan bisnis ritel. Namun dibutuhkan perbaikan infrastruktur, agar pengembangan industri ritel dapat berjalan maksimal. Pusat distribusi pun siap dibangun perseroan di Makassar sebagai hub di berbagai kota besar di Timur Indonesia.

"Untuk membangun 17 gerai, capex yang kita anggarkan ini lebih dari cukup," ucap Danny.

Terkait proses divestasi saham perseroan milik Multipolar, Danny menegaskan, hal itu menjadi wewenang Multipolar selaku pemilik mayoritas atas Matahari.

Direktur Multipolar Harijono Suwarno menyampaikan, perseroan menginginkan proses divestasi saham MPPA, dilakukan secepatnya. Meski tidak memiliki target khusus, Multipolar tetap mengharapkan segala keputusan yang akan diambil adalah terbaik bagi semua pihak.

"Belum ada suatu target, ingin secepatnya. Kalau cepat, nanti dapat pacarnya jelek?" jelasnya.

Lanjut Harijono, kajian yang dilakukan Merryll Lynch kedua kalinya, masih dilakukan. Multipolar menyatakan ketiga peritel asing tersebut memiliki keseriusan yang sama untuk memiliki sebagian dan atau seluruh 50,2% saham MPPA milik Multipolar. Sayang Harijono masih belum menyebutkan identitas peritel asing.

"Dari kajian awal, lebih baik Matahari jangan Hypermart. Atas dasar itu, kita tunjuk Merryll Lynch juga pada 14 Januari. Ada on-off, marah-marahan. Proses belum selesai, masih terus dilakukan. Proses kepada calon. Dijual atau kerja sama lain. Ini untuk kedua belah pihak, yang terbaik. Juga untuk pemegang saham," kata Harijono.

Memang, sudah ada beberapa peritel asing yang berminat mencaplok Hypermart antara lain Lotte Shopping Co Ltd, Wal-Mart, dan Casino. Analis sebagian menyebut, Lotte Shopping Co Ltd masih jadi calon terkuat sebagai peritel asing yang masuk dalam kepemilikan aset inti PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA).

Namun, kabar terakhir disebutkan Lotte 'mental' dari peta persaingan perebutan saham MPPA milik Multipolar. Ini berarti tinggal Wal-Mart, dan Casino yang punya peluang terbesar.

(wep/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads