Turun 26,632 Poin, Indeks Tembus Level 700
Senin, 17 Mei 2004 12:26 WIB
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta (BEJ) kembali mengalami penurunan signifikan hingga berada di bawah level 700. Pada penutupan perdagangan sesi pertama, Senin (17/5/2004), indeks turun 26,632 poin pada level 696,077. Penurunan indeks masih terkait dengan sentimen negatif dari melemahnya indeks regional dan penurunan nilai tukar rupiah.Indeks LQ-45 yang terdiri dari 45 saham yang paling aktif ditransaksikan turun 6,240 poin pada level 149,996, Jakarta Islamic Index (JII) turun 5,355 poin pada level 113,019, Indeks Papan Utama (MBX) turun 7,936 poin pada level 188,769 dan Indeks Papan Pengembangan (DBX) turun 4,864 poin pada level 158,676.Perdagangan di pasar reguler mencatat transaksi sebanyak 5.219 kali pada volume 695.506 lot saham senilai Rp 327,058 miliar. Hanya 10 saham yang mengalami kenaikan harga, 80 saham mengalami penurunan harga dan 300 saham lainnya stagnan.Saham-saham yang mengalami penurunan harga terbesar di jajaran top loser di antaranya Telkom (TLKM) turun Rp 400 menjadi Rp 6.850, Astra Internasional (ASII) turun Rp 300 menjadi Rp 5.450, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 250 menjadi Rp 13.100, Bank BCA (BBCA) turun Rp 225 menjadi Rp 3.475, Indosat (ISAT) turun Rp 175 menjadi Rp 3.450, Bank Danamon (BDMN) turun Rp 125 menjadi Rp 2.625, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 100 menjadi Rp 1.200 dan Bank BRI (BBRI) turun Rp 75 menjadi Rp 1.550.Sedangkan di deretan top gainer, saham-saham yang mencatat kenaikan harga tertinggi naik antara lain Bumi Teknokultura (BTEK) naik Rp 70 menjadi Rp 280, Ricky Globalindo (RICY) naik Rp 15 menjadi Rp 405, Sona Topas (SONA) naik Rp 10 menjadi Rp 150, United Capital (UNIT) naik Rp 5 menjadi Rp 115 dan Surya Dumai Makmur (SMDM) naik Rp 5 menjadi Rp 50.Menurut Daniel Perdania, analis dari Samuel Sekuritas, penurunan indeks masih akan berlanjut pada pekan ini karena masih adanya sentimen negatif dari bursa global dan regional sehubungan akan turunnya inflasi di Amerika Serikat (AS).Selain itu, indeks juga terperosok cukuh jauh akibat melemahnya nilai tukar rupiah yang masih terus berlanjut. Sebelumnya, indeks diprediksi berada di level support 698. Namun ternyata, pada penutupan sesi pertama, indeks turun hingga menembus level tersebut.
(ani/)











































