Nombok Beli Garuda, Danareksa Yakin Keuangannya Aman

Nombok Beli Garuda, Danareksa Yakin Keuangannya Aman

Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Kamis, 17 Feb 2011 18:34 WIB
Jakarta - Tingkat permodalan PT Danareksa (Persero) tidak akan terganggu meski sudah 'terpaksa' membeli saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) senilai Rp 752 miliar. Pembelian itu dilakukan oleh anak usaha perseroan, PT Danareksa Sekuritas.

"Danareksa is in a very liquid position. Pendanaan Danareksa enggak sama sekali (terganggu). Nafasnya masih panjang sekali," tutur Presiden Direktur Danareksa (Persero) Edgar Saputra, di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Kamis (17/2/2011).

Perseroan menyuntikkan modal kepada anak usahanya itu guna menyerap sisa saham perdana Garuda Indonesia yang tidak laku terjual. Dari total 3,008 miliar lembar sisa saham, Danareksa Sekuritas menyerap sepertiganya, atau senilai Rp 752 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan kepemilikan sekitar 1,002 miliar lembar saham GIAA, atau setara dengan 4% dari total saham yang beredar, Danareksa mengaku tidak akan menjualnya dalam waktu dekat.

Perseroan percaya, saham GIAA berprospek tumbuh dalam jangka panjang. Terlebih saat ini saham GIAA terus turun di level Rp 570 per lembar, dari harga perdananya Rp 750 per lembar.

Penurunan saham BUMN Aviasi ini lebih disebabkan faktor global dan sentimen negatif yang masih menyelimuti IHSG. "Ga ada masalah. Barangnya punya pemerintah. Coba kita lihat sejarah, tidak ada saham BUMN yang turun sejak dicatatkan. Ada kalanya di bawah, itupun karena market," katanya.

"Timing-nya (GIAA) memang di bawah. Pelajaran, tidak semua transaksi menguntungkan. Kalau kita tahan, akan untung," tegas Edgar.

Pada kesempatan yang sama, Danareksa memperkirakan kinerja sepanjang 2010 tumbuh meyakinkan. Bahkan laba perseroan bisa tumbuh lebih dari 100%. "Kita tunggu audit. Alhamdulillah jauh lebih bagus. Mungkin 100% dari 2009.," ungkapnya.

Edgar menambahkan, pertumbuhan bisnis perantara pergadangan saham (brokerage) dan penjaminan emisi (sekuritisasi) tumbuh maksimal sepanjang 2010. Ini didukung oleh performa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang meraih prestasi pertumbuhan 47%, tertinggi di kawasan Asia Pasific.

"Tentu baik, bahwa indeks telah tumbuh lebih dari 40%. Kita berada di security business," ucap Edgar.

(wep/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads