Pada perdagangan, Senin (21/2/2011), IHSG turun tipis 3,854 poin (0,12%) ke level 3.497,643. Sementara Indeks LQ 45 naik tipis 1,356 poin (0,21%) ke level 620,106.
"Setelah mengalami penguatan lumayan tinggi di akhir pekan kemarin yang juga didukung oleh kenaikan volume, kemarin IHSG terlihat tidak berdaya untuk melanjutkan penguatan. Investor, baik asing maupun domestik, juga berkurang nilai transaksinya," ujar Reza Priyambada Managing Research Investment Management Division PT. Asjaya Indosurya Securities.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bursa Wall Street tadi malam libur, namun bursa-bursa Eropa ditutup merosot cukup tajam. Indeks FTSE 100 London merosot 1,12% ke level 6.014,8, indeks DAX Frankfurt merosot 1,41% ke level 7.321,81, indeks CAC Paris turun 0,44% ke level 4.097,41.
Bursa Jepang juga mengawali perdagangan Selasa ini di teritori negatif. Indeks Nikkei-225 pagi ini tercatat turun hingga 136,57 poin (1,26%) ke level 10.720,96.
Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:
eTrading Securities:
Pada perdagangan hari ini (21/2) IHSG ditutup turun 3 point (-0.11%) ke level 3,497.64 setelah sempat naik hingga ke level 3,520. Asing pada hari ini tercatat melakukan net buy sebesar Rp296 milliar dengan sektor yang paling banyak dimasuki adalah banking dan mining. Secara teknikal terlihat IHSG masih belum keluar dari fase konsolidasi dengan support kuatnya di 3,530. Pada perdagangan hari Selasa (22/2) IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3,467 - 3,553 dengan saham - saham yang dapat diperhatikan a.l. BBCA, GGRM dan ADRO.
Kresna Sekuritas:
IHSG kembali bergerak sideways seiring index yang mulai mendekati resisten jangka panjang di 3,530-3,550. IHSG diperkirakan kembali berkonsolidasi, namun munculnya shooting star perlu diwaspadai adanya potensi tekanan lanjutan. IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 3,470-3,540 dengan TLKM dan AALI sebagai saham pilihan.
Indosurya Securities:
Pada perdagangan Selasa (22/2) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.470-3.483 dan resistance 3.515-3.534. Kenaikan lanjutan yang diharapkan terjadi pada perdagangan kemarin malah tidak terjadi karena terkena imbas berbagai sentimen negatif. Pola penurunan ini hampir sama seperti yang terjadi pada (21/12/10) dimana setelah kenaikan yang lumayan tinggi baru turun tipis selama 2 hari sebelum melanjutkan pergerakan ke atas menuju pencapaian level baru. Penurunan kemarin membawa candle membentuk pola menyerupai bearish harami cross yang mengindikasikan adanya ketidakpastian pergerakan dimana kekuatan daya beli mulai berkurang mengangkat harga. MACD masih bergerak naik dengan histogram positif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic masih mencoba menembus area overbought . Semoga ada pembalikan arah dan kalaupun melemah diharapkan bersifat terbatas karena masih terdapat ruang penguatan.
(qom/qom)











































