Pemerintah Jepang menegaskan akan terus membuka bursa sahamnya meskipun masih anjlok dalam 2 hari terakhir, karena investor panik akan krisis nuklir yang terjadi saat ini.
Sampai penutupan perdagangan hari ini, saham-saham di bursa Jepang menderita kejatuhan terbesar dalam satu hari sejak krisis 2008 lalu. Hari ini indeks Nikkei anjlok 10,55% di akhir perdagangan, dan sempat menyentuh level kejatuhan terendah sebesar 14%.
Kejatuhan bursa di Jepang terjadi setelah pemerintah negeri 'Matahari Terbit' tersebut memperingati bahaya radiasi dari ledakan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Fukushima.Β
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya berharap pasar bisa kembali naik dan stabil. Saya tidak mempunyai kekhawatiran akan masa depan. Pasar akan terus secara alami terus dibuka setiap saat. Tak ada permintaan untuk menutup pasar saham sementara," kata Yosano seperti dikutip dari AFP, Selasa (15/3/2011).
Yosano memberikan opsi kepada pemerintah untuk ikut membantu membeli saham-saham yang harganya jatuh di pasar akibat sentimen negatif pasca gempa dan tsunami pekan lalu.
Para ekonom mengatakan, terlalu dini untuk mengatakan berapa kerugian yang timbul akibat gempa dahsyat 8,9 SR dan tsunami. Bencana tersebut telah memporak porandakan pelabuhan-pelabuhan di Jepang. Demikian juga infrastruktur transportasi seperti rel kereta dan jalan hancur karena gempa tersebut. (dnl/ang)











































