Nurhaida menyatakan indeks saham Indonesia pasca gempa dan tsunami Jepang menunjukkan tren yang sama dengan sebelum musibah tersebut melanda negeri Sakura tersebut. Meskipun pada hari H, indeks saham Indonesia sempat menurun tetapi tidak signifikan.
"Indeks kita biasa naik turun sedikit ya, nggak terlalu (besar). Kita lihat trennya hampir sama sebelum kejadian. Memang ada pengaruh tetapi sebentar, memang ada. Tapi mulai naik turun itu tren yang terakhir yang saya lihat. Secara signifikan enggak (ada pengaruh ke Indonesia) karena kita lihat trennya sebelum ada gempa Jepang trennya sudah naik turun. Jadi saya rasa nggak terlalu," ujarnya saat ditemui di Gedung Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat (18/3/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bencana berganda tersebut diakui Nurhaida memang berdampak signifikan pada bursa Jepang. Namun menurutnya, bursa Jepang sudah membaik dengan tren yang tetap sama sebelum bencana. Pada perdagangan pagi ini, indeks Nikkei 225 menguat 158,26 poin (1,77%) ke level 9.120,93 setelah adanya komitmen dari G7 untuk membantu Jepang.
"Kalau di Jepang mungkin terasa ada penurunan sekitar 12-an persen pada hari pertama gempa, tapi sekarang kalau kita lihat ada positif naik 5-an persen, jadi di Jepang juga cepat meng-cover itu. Kalau di kita trennya biasa meskipun waktu itu sempet turun juga. Tetapi setelah itu kita kembali ke pola yang terjadi akhir-akhir ini, naik turun, naik turun, naik turun," ujarnya.
Mengenai capital outflow, Nurhaida mengaku belum melihat penarikan modal secara besar-besaran pasca bencana tersebut.
"Kita belum lihat (capital outflow), secara signifikan belum. Karena mungkin biasanya investor melihat tren-tren itu, dan mereka menyadari itu adalah kejadian sesaat. Kalau kita lihat kemarin kan naik sedikit lalu turun sedikit, jadi secara tidak signifikan gak ada," tegasnya.
Untuk itu, Nurhaida menegaskan tidak ada yang perlu dikhawatirkan tetapi tetap perlu diantisipasi jika sewaktu-waktu tren mulai menunjukkan capital outflow.
"Saya rasa tidak ada yang dikhawatirkan. Antisipasi itu perlu. Antisipasi mungkin akan ada penurunan sesaat, tapi jangan dianggap yang lain akan terpengaruh," tandasnya.
(nia/qom)











































