"Uang yang sudah kita keluarkan untuk proyek di sana belum sampai menimbulkan efek negatif ke perusahaan. Jadi belum sampai merugikan kita," kata Sekretaris Perusahaan WIKA Natal Argawan kepada detikFinance, Selasa (12/4/2011).
Seperti diketahui, WIKA menggandeng perusahaan lokal Libya, Solar Sahara Investment dalam mengerjakan mal senilai US$ 11,6 juta atau setara Rp 104,4 miliar. Proyek kerjasama dengan mitra Libya itu mempekerjakan sekitar 500 orang. Dari jumlah itu, 300 diantara pekerjanya warga negara Libya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita sekarang dalam posisi menunggu, karena proyeknya berhenti untuk sementara waktu karena situasi yang tidak memungkinkan," jelasnya.
Ia menambahkan, BUMN karya itu masih menunggu kepastian situasi di negeri penghasil minyak itu serta kabar dari mitranya, Solar Sahara Investment.
"Nanti proyek ini diteruskan atau tidak, tergantung mitra kita di sana. Kita tidak bisa mengetahui persisnya kapan dengan situasi yang masih seperti ini," ujarnya.
Natal memastikan, pekerja WIKA yang berkebangsaan Indonesia saat ini sudah ditarik seluruhnya dari Libya. Sebelumnya, perseroan sudah melakukan evakuasi pada akhir Februari lalu.
"Semua karyawan yang berkebangsaan Indonesia sudah ada di dalam negeri," ungkapnya.
(ang/qom)











































