ADVERTISEMENT

Saham Tak Likuid, Alfa Pilih Hengkang dari Bursa

- detikFinance
Jumat, 29 Apr 2011 09:05 WIB
Jakarta - PT Alfa Retailindo Tbk (ALFA) yang berencana menjadi perusahaan tertutup, atau menghapus nama mereka dari papan bursa saham Indonesia (delisting) karena rendahnya likuiditas dan minimnya pemegang saham publik.

Demikian disampaikan Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Eddy Sugito dalam keterangan tertulis yang diterima detikFinance, Jumat (29/4/2011).

"Alasan utamanya likuiditas yang sangat rendah dan minimnya jumlah pemegang saham publik pasca take over dan tender offer oleh Carrefour," katanya.

Hingga kini, PT Carrefour Indonesia memiliki 99,89% kepemilikan saham ALFA. Ini setara dengan 467,5 juta lembar saham. Publik hanya memiliki 0,11% atau 499 ribu saham.

Selain alasan likuiditas yang rendah, keputusan go private juga karena sang induk usaha sendiri sudah menjadi perusahaan terbuka di Bursa Eropa.

Atas rencana mereka, BEI pun menghentikan sementara (suspensi) perdagangan sahamnya. "Sehubungan dengan adanya rencana Alfa Retailindo melakukan go private, maka Bursa memutuskan untuk melakukan penghentian sementara perdagangan efeknya," kata Kepala Divisi Penilaian Perusahaan Sektor Jasa Umi Kulsum kemarin.

Penghentian perdagangan saham ini akan diberlakukan sampai pada pengumuman lebih lanjut dari otoritas pasar modal. BEI menyatakan, manajemen ALFA telah menyampaikan penjelasan kepada otoritas pasar modal termasuk Bapepam-LK.

Hingga akhir tahun lalu, ALFA memiliki 16 hypermarket di bawah nama Carrefour. 12 supermarket dengan nama Carrefour Express dan tiga supermarket bernama Carrefour Market di seluruh Indonesia.

(wep/ang)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT