Demikian disampaikan oleh Presiden Direktur XL Hasnul Suhaimi dalam siaran pers, Jumat (29/4/2011).
"Laba bersih didorong oleh kenaikan pendapatan usaha sebesar 9% menjadi Rp 4,5 triliun di triwulan I-2010," jelas Hasnul.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tarif untuk Voice/SMS sudah sangat rendah, kami melihat tidak ada benefitnya untuk menurunkan tarif lebih dalam karena elastisitasnya sudah tidak ada lagi. Oleh sebab itu, kami tidak berniat untuk terlalu agresif dalam merespon kompetitor kami," jelas Hasnul.
Sampai dengan triwulan I-2011, jumlah utang perseroan mencapai Rp 9,1 triliun, naik 31% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Dalam periode triwulan I-2011 lalu, perseroan telah mempercepat pembayaran utang Rp 900 miliar. Dan juga pembayaran utang jatuh tempo sebesar US$ 15,3 miliar.  Â
Di 2011, XL memperkirakan akan menyalurkan sekitar Rp 5 triliun untuk belanja modal (capital expenditure). Sekitar 1/3 akan dialokasikan untuk layanan data/3G. Sampai dengan akhir Maret 2011, XL telah memiliki 23.267 BTS (2G/3G).
(dnl/qom)











































