Laba ADRO Naik Tipis 11,7%

Triwulan I-2011

Laba ADRO Naik Tipis 11,7%

- detikFinance
Minggu, 01 Mei 2011 15:13 WIB
Jakarta - PT Adaro Energy Tbk (ADRO) mencatat laba bersih sebesar US$ 108,9 juta pada triwulan I-2011 atau naik tipis 11,7% dibandingkan pada periode yang sama tahun 2010. Kenaikan laba bersih masih ditopang oleh kenaikan harga jual rata-rata akibat selisih kurs sebesar US$8,7.

β€œKami memasuki tahun ini dengan baik dan berada pada jalur yang baik untuk mencapai target tahun 2011 dan menerapkan strategi untuk menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan dari batu bara Indonesia,” ujar Presiden Direktur ADRO Garibaldi Thohir, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (1/5/2011).

Kenaikan laba bersih perseroan juga dikarenekan juga tidak adanya amortisasi goodwill. Amortisasi goodwill pada periode yang sama tahun sebelumnya adalah sebesar US$ 13 juta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADRO mencatat pendapatan bersih konsolidasi senilai US$757,2 juta per 31 Maret 2011, meningkat 11,7% dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama 2010 senilai US$678 juta.

Namun dari sisi volume produksi dan penjualan perseroan tercatat turun masing-masing sebesar 6,8% dan 4,8%. Justru kenaikan harga jual rata-rata batu bara yang sebesar 16,3% membantu mendongkrak kinerja keuangan mereka.

Kenaikan harga jual rata-rata ditopang oleh kenaikan harga seluruh komoditas pada umumnya seiring pemulihan ekonomi global.

"Sebagian tonase kuartal pertama tahun ini masih dijual dengan harga tahun lalu, karena proses negosiasi harga belum selesai. Adaro yakin akan dapat mencapai tingkat harga yang telah ditargetkan untuk 2011," tambah Garibaldi.
Β 
Mulai tahun 2011 dan seterusnya, ADRO akan menyampaikan laporan keuangan dan catatannya dalam mata uang dollar AS dalam rangka meminimalkan efek translasi mata uang asing dengan pertimbangan bahwa semua anak perusahaan operasional Adaro Energy melaporkan pos-pos keuangan dalam dollar AS karena hampir seluruh pendapatan, biaya, dan hutang bermata uang dollar AS.

Tingkat produksi kuartal pertama 2011 menurun dibandingkan kuartal pertama 2010 karena aktivitas pra-pengupasan (pre-stripping) dan pengedapan air (waterproofing) yang dilaksanakan pada musim kering di tahun 2009, yang memungkinkan produksi untuk terus dilakukan dengan volume yang tinggi pada kuartal pertama 2010.

Pada tahun 2010, Adaro tidak dapat menyelesaikan aktivitas pra-pengupasan sebagai persiapan musim hujan seperti biasanya, karena kondisi cuaca tahun 2010 yang tidak normal. Sementara itu, Adaro dapat mencapai peningkatan produksi sebesar 2,3 persen dari kuartal keempat 2010. Volume produksi pada kuartal pertama dan kuartal keempat setiap tahunnya cenderung paling rendah, karena periode-periode ini merupakan musim hujan.

Dengan mempertimbangkan kinerja kuartal pertama 2011, Adaro berada pada jalur yang baik untuk mencapai perkiraan volume produksi ROM (run of mine) sebesar 46 – 48 juta ton.

Beban pokok pendapatan meningkat 16,5% menjadi US$ 507,3 juta akibat kenaikan nisbah kupas yang direncanakan dan jarak angkut lapisan penutup yang lebih jauh. Laba kotor meningkat 3%, atau US$ 7,2 juta menjadi US$ 249,9 juta karena kenaikan pendapatan bersih melebihi kenaikan beban pokok pendapatan.

(dru/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads