Demikian disampaikan Komisaris MPPA, dan juga mantan anggota Dewan Komisaris MLPL, Benjamin J. Mailool di hotel Aryaduta, Jakarta, Rabu (4/5/2011).
"Kami masih open discussion. Divestasi Hypermart belum berlangsung," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun kalau ada investor yang hendak membeli saham MPPA, kami sebagai manajemen berkedudukan sebagai objek. Kami hanya menyiapkan segala sesuatunya, as usual. Ini menjadi subjeknya pemegang saham, dalam hal ini Multipolar," terangnya.
Sebelumnya memang santer terdengar ada 4 peritel global tertarik akan aset Hypermart milik grup Lippo ini. Mereka diantaranya Lotte Shopping Co Ltd, Wal-Mart, Shinsigae Co, dan Casino. Namun, Benjamin mengaku tidak mengetahui identitas calon-calon pemegang saham Hypermart tersebut.
"Investor yang tertarik, persepsi kami adalah mereka hanya berminat pada (aset) Hypermart, ternyata ada juga yang ingin semuanya. Sebagai MPPA, manajemen selalu melakukan compartemenly (klasifikasi) pada bisnis-bisnis, Hypermart, TimeZone, Time Bookstore," ucapnya.
Perebutan aset Hypermart memang sudah lama terjadi. Menurut sumber internal perseroan yang mengetahui proses penawaran tersebut, calon investor ini telah mengajukan penawaran. Namun pemegang saham belum menentukan siapa mitra strategis yang dipilih.
"Mitra strategis sama-sama kuat. Negosiasi terus berlangsung," ujar sumber.
Calon investor memiliki dana yang cukup besar mengambil sebagian porsi kepemilikan aset Hypermart. Jadi tidak hanya Lotte yang peluangnya besar masuk di bisnis hipermarket miliki grup Lippo ini, meski telah menyediakan dana US$ 1 miliar.
(wep/ang)











































