"Karena BI tidak ada kliring pada hari Senin, 16 Mei, maka Bursa tidak ada aktivitas perdaganan hari itu," Direktur BEI, Wan Wei Yong kepada detikFinance, Jumat (13/5/2011).
BEI semula mengumumkan kalau perdagangan saham tetap buka pada 16 Mei 2011 kendati pemerintah telah mengumumkan cuti bersama pada 'hari kejepit nasional' itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun selanjutnya BEI merevisi pengumuman tersebut, setelah BI mengumumkan libur transaksi perbankan. BI ikut meliburkan kegiatan operasional Sistem BI-RTGS, BI-SSSS dan SKNBI (Sistem Kliring Nasional BI) pada Senin (16/5/2011). Seluruh bank tidak akan beroperasi sampai dengan Rabu (18/5/2011).
"Sistem BI-RTGS, BI-SSSS dan SKNBI pada hari pada hari Senin tanggal 16 Mei 2011 ditiadakan. BI memutuskan hari Senin libur, kliring ditiadakan dan operasional perbankan lain," ujar Plt Direktur Direktorat Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat Difi Ahmad Johansyah.
Humas Menko Kesra dalam siaran persnya menyatakan, dalam rangka efisiensi dan efektifitas hari kerja, hari libur dan cuti bersama, maka diputuskan bahwa Senin 16 Mei dinyatakan sebagai cuti bersama.
Keputusan itu didasarkan pada keputusan bersama menteri pendayagunaan dan RB, Menteri Agama dan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, SKB no 2 tahun 2011 dan SKB/01/M.Pan-RB/05/2011.
Seperti diketahui, hari Senin 16 Mei merupakan 'Hari kejepit nasional' karena pada 17 Mei 2011 adalah libur memperingati Hari Waisak.
(wep/qom)











































