Euro Rebound Terangkat Data Perekonomian Jerman

Euro Rebound Terangkat Data Perekonomian Jerman

- detikFinance
Rabu, 25 Mei 2011 11:01 WIB
Jakarta -


Euro rebound dari catatan terendah dua bulannya terhadap dollar yang disentuh Senin (23/5) lalu. Kuatnya data perekonomian Jerman yang dirilis Selasa (22/5) kemarin membawa euro menguat hingga 1.4129 terhadap dollar.

Indeks iklim bisnis Jerman, dari hasil survai lembaga penelitian ekonomi Ifo, tetap 114,2 untuk bulan Mei. Para ekonom sebelumnya memperkirakan data ini akan menunjukkan penurunan menjadi sekitar 113,9. Sementara sejalan dengan estimasi awal, ekonomi Jerman tumbuh 1,5 persen pada kuartal I 2011.

Sebagai tulang punggung perekonomian Zona Euro, data perekonomian Jerman tersebut memicu spekulasi bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) akan kembali menaikkan suku bunganya. Bulan April lalu, untuk kali pertama sejak tahun 2008, ECB menaikkan suku bunganya sebesar 25 basis poin menjadi 1,25 persen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski demikian, sejumlah analis menilai euro masih rapuh dan rentan terhadap masalah hutang, terutama Yunani. Lembaga pemeringkat Moodys sebelumnya menyebutkan bahwa restrukturisasi hutang Yunani akan dianggap sebagai kegagalan memenuhi kewajiban (default).

Jika benar demikian, euro dapat kembali tertekan, bahkan mungkin lebih hebat seiring dengan meningkatnya kecemasan akan menularnya problem tersebut ke negara-negara anggota lainnya seperti Irlandia, Portugis dan Spanyol.

Pada akhir sesi perdagangan Selasa, euro ditutup menguat sekitar 0,4 persen di kisaran 1.4099 terhadap dollar.

Sementara itu, poundsterling juga berhasil rebound dari level terendah 8 minggu terhadap dollar. Namun, sebagaimana euro, poundsterling juga dinilai rapuh karena perekonomian Inggris masih berjuang untuk pulih. Moodys kemarin mengancam akan memangkas rating 14 bank Inggris.

Poundsterling terpantau menguat hingga kisaran 1.6208 sebelum kemudian ditutup di 1.6180 atau menguat sekitar 0,4 persen terhadap dollar.

Demikian pula franc Swiss, berhasil membukukan gain sekitar 0,4 persen dengan ditutup di 0.8797 per dollar.

Pada perdagangan lainnya, emas berlanjut menguat mencapai level tertinggi baru dalam 3 pekan terhadap dollar. Kondisi ekonomi dunia yang tidak menentu mengangkat pamor emas sebagai sarana lindung nilai. Turut memberikan support bagi emas kemarin adalah kabar bahwa Goldman Sachs menaikkan prediksinya untuk minyak dan logam-logam industri.

Harga spot emas dunia kemarin naik hingga $1527.40 per troy ounce sebelum kemudian ditutup menguat sekitar 0,6 persen di kisaran 1525.90.

Menguatnya harga emas dan komoditas lainnya membantu dollar Australia menguat terhadap dollar AS. Ditutup di kisaran 1.0557 terhadap dollar AS, aussie terhitung menguat sekitar 0,4 persen dari level penutupan Senin sebelumnya. (atz)




(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads