Saham-saham menguat tajam di awal sesi, namun selanjutnya sempat melemah akibat data permintaan pabrikan AS dan kepercayaan AS yang kurang baik. Namun rebound saham-saham di sesi akhir membuat indeks saham akhirnya ditutup menguat.
"Hari ini adalah hari yang baik, namun fakta bahwa Dow Jones menyerah dari gain awal dan akan ditutup lebih rendah untuk bukan ini, maka ini tidaklah positif," ujar Donald Selkin, chief market strategist National Securities seperti dikutip dari Reuters, Rabu (1/6/2011),
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada konflik antara laporan ekonomi yang datang dan lebih rendah dari ekspektasi dan harapan untuk resolusi krisis utang Yunani," tambah Selkin.
Seperti diketahui, pejabat Uni Eropa telah mengeluarkan opsi untuk pemberian paket bailout kedua bagi Yunani, dengan keterlibatan sektor swasta yang masih dalam diskusi. Jerman yang menolak pendanaan ekstra dikabarkan menngurangi tekanannya untuk rescheduling awal surat utang Yunani.
Sepanjang Mei, indeks Dow Jones tercatat turun 1,9%, Nasdaq turun 1,3%. Indeks S&P turun 1,4% atau mencatat bulan yang terburuk sejak Agustus, ketika Bank Sentral AS mengumumkan program quantitative easing putaran kedua.
Kenaikan harga minyak mentah dan juga komoditas langsung mendongkrak saham sektor tersebut. Harga minyak mentah tercatat naik 2% sehingga mendorong saham Chevron Corp naik 1,6%, dengan indeks energi S&P naik 1,04%.
Saham Goldman Sachs Group naik 1,5% menjadi US$ 140,73 setelah perusahaan tersebut dinaikkan peringkatnya oleh JPMorgan dari 'netral' menjadi 'overweight'.
Perdagangan berjalan belum terlalu ramai dengan transaksi di New York Stock Exchange hanya sebesar 8,20 miliar lembar saham, di bawah rata-rata tahun lalu yang sebesar 8,47 miliar lembar saham.
(qom/qom)











































