Transaksi Sepi, IHSG Turun 3,100 Poin

Transaksi Sepi, IHSG Turun 3,100 Poin

- detikFinance
Senin, 21 Jun 2004 16:23 WIB
Jakarta - Pada penutupan perdagangan Senin (21/6/2004), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta (BEJ) turun 3,100 poin pada level 689,615. Investor masih enggan melakukan transaksi sehingga lebih banyak memilih wait and see.Indeks LQ-45 yang terdiri dari 45 saham yang paling aktif ditransaksikan turun 0,600 poin pada level 149,666, Jakarta Islamic Index (JII) turun 0,124 poin pada level 112,854, Indeks Papan Utama (MBX) turun 1,063 poin pada level 186,725 dan Indeks Papan Pengembangan (DBX) turun 0,340 poin pada level 157,653.Perdagangan di pasar reguler berlangsung sepi dengan transaksi yang terjadi hanya sebanyak 5.720 kali pada volume 884.953 lot saham senilai Rp 256,115 miliar. Sebanyak 32 saham mencatat kenaikan harga, 53 saham mengalami penurunan harga dan 303 saham lainnya stagnan.Saham-saham yang mengalami penurunan harga terbesar di jajaran top loser di antaranya Semen Gresik (SMGR) turun Rp 150 menjadi Rp 7.800, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 150 menjadi Rp 4.900, Indosat (ISAT) turun Rp 100 menjadi Rp 3.725, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 100 menjadi Rp 13.200, Bank BRI (BBRI) turun Rp 75 menjadi Rp 1.525 dan Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 50 menjadi Rp 2.100.Sedangkan saham-saham yang mencatat kenaikan harga di deretan top gainer antara lain International Nickel (INCO) naik Rp 1.750 menjadi Rp 33.150, Aneka Tambang (ANTM) naik Rp 50 menjadi Rp 1.050, Ramayana (RALS) naik Rp 50 menjadi Rp 4.300, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 25 menjadi Rp 1.100 dan Artha Pacific Securities (APIC) naik Rp 10 menjadi Rp 75.Menurut Presiden Direktur Anugerah Securindo, David Ferdinandus, investor enggan melakukan transaksi karena masih menunggu hasil pemilu. Akibatnya, mereka lebih banyak mengambil posisi wait and see. Sedangkan sebagian kecil lainnya melakukan aksi profit taking.Namun demikian, pergerakan indeks dengan nilai perdagangan yang kecil menurut dia, belum mencerminkan adanya tren kenaikan atau penurunan yang berlanjut. Diperkirakan, sepekan setelah hasil sementara pemilu keluar, investor akan kembali berlomba mengakumulasi saham. Kondisi politik yang menjadi penantian investor membuat sentimen dari regional dan global relatif tidak berpengaruh banyak. (ani/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads