Divestasi Bank Permata Diharapkan 1,8 di Atas Nilai Buku
Kamis, 24 Jun 2004 11:34 WIB
Jakarta - Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) Mohammad Syahrial berharap penjualan saham Bank Permata bisa di atas 1,8 nilai harga buku (price book value/PBV). Sedangkan pengumuman mengenai pola apa yang akan digunakan dalam divestasi Bank Permata akan dilakukan pada pertengahan Juli mendatang."Insya Allah divestasi Bank Permata bisa lebih baik dari yang pernah dilakukan BPPN (Badan Penyehatan Perbankan Nasional). Divestasi Permata harus di atas 1,8 PBV-nya," kata Syahrial sebelum rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR, Kamis (24/6/2004)Mengenai pola apa yang akan digunakan dalam divestasi Bank Permata, dijelaskan Syahrial, pada 15-20 Juli mendatang, penasihat keuangan akan menyampaikan hasil kajiannya. Yang pasti, saat ini ada tiga opsi utama yang menjadi pilihan dalam divestasi tersebut.Pertama, sebesar 51 persen saham dilepas lewat strategic sale dan sisanya 46 persen lewat market placement. Kedua, 71 persen saham dilepas lewat strategic sale dan sisanya 26 persen lewat market placement. Dengan demikian, total saham yang akan dilepas 97 persen dari rencana semula 71 persen. Ketiga, seluruh saham akan dilepas lewat strategic sale."Pokoknya kita akan umumkan antara 15 hingga 20 Juli. Final bid mudah-mudahan akhir Oktober," kata mantan deputi ketua BPPN bidang Aset Manajemen Kredit ini.Lebih jauh, Syahrial juga mengungkapkan untuk preliminary interest terkait divestasi itu akan diumumkan pada pekan pertama Agustus 2004, sehingga pertengahan Agustus sudah bisa dilakukan penawaran tahap pertama yang akan dilanjutkan dengan due diligence. Sejauh ini, sudah ada 19 investor potensial yang berminat memiliki saham Bank Permata, terdiri dari 12 investor asing dan 7 investor lokal.Obligasi Sub DebtSementara itu, di tempat yang sama, Direktur Utama Bank Permata Agus Martowardojo mengungkapkan, setelah opsi divestasi jelas, pihak manajemen akan mengusulkan penerbitan obligasi sub-ordinasi (sub debt). Namun mengenai jumlahnya, ia tidak mengungkapkan.Yang pasti, menurut Agus, penerbitan obligasi sub debt itu untuk menambah rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) perseroan hingga 3 persen lagi, dari target hingga akhir tahun ini sebesar 10-11 persen.Sementara posisi rasio dana pihak ketiga dengan pinjaman (loan to deposit ratio/LDR) saat ini sebesar 48 persen. Hingga akhir tahun 2004, diharapkan LDR Bank Permata bisa di atas 50 persen.Untuk pengucuran kredit hingga Mei 2004, tercatat sebesar Rp 11,6 triliun atau lebih tinggi dari posisi akhir tahun lalu Rp 9,6 triliun. Hingga akhir tahun ini total kredit baru diharapkan Rp 3,6 triliun.
(ani/)











































