CMNP akan Lakukan Kuasi Reorganisasi

CMNP akan Lakukan Kuasi Reorganisasi

- detikFinance
Kamis, 24 Jun 2004 18:05 WIB
Jakarta - Perusahaan jalan tol, PT Citra Marga Nushapala Persada Tbk (CMNP), akan melakukan kuasi reorganisasi untuk menghapus saldo negatif sebesar Rp 422 miliar. Setelah dilakukan kuasi reorganisasi, diharapkan perseroan bisa membagikan dividen untuk tahun buku 2004, serta bisa meningkatkan pembiayaan.Demikian diungkapkan Direktur Utama CMNP, Daddy Haryadi, dalam jumpa pers di kantornya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (24/6/2004).Menurut Daddy, kuasi reorganisasi tersebut akan dimintakan persetujuannya kepada pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 30 Juni mendatang. Selain agenda persetujuan laporan keuangan tahun 2003 dan persetujuan kuasi reorganisasi, RUPS juga akan membahas perubahan dewan komisaris.Dijelaskan, sebelum krisis tahun 1997 lalu, perseroan memiliki ekuitas sebesar Rp 1,2 triliun. Namun kemudian turun hingga Rp 370 miliar pada tahun 2000. Sedangkan posisi tahun 2003 ekuitas telah mencapai Rp 595 miliar. Untuk kembali pada ekuitas semula Rp 1,2 triliun, menurut Daddy, dibutuhkan empat tahun jika perseroan mencapai laba bersih Rp 140 miliar per tahun."Sehingga mungkin tahun 2007 baru bisa bayar dividen. Ini kan kelamaan. Padahal pemegang saham juga berhak mendapat dividen, selain bisa meningkatkan harga saham," lanjut Daddy.Sebenarnya, tambah dia, utang perseroan yang semula mencapai US$ 120 juta pada tahun 2000 secara bertahap sudah turun, dimana posisi per tahun 2003 sebesar US$ 32 juta dan hingga Mei 2004 tinggal US$ 15,6 juta. "Kita sebenarnya punya uang karena setelah dua tahun ini kinerja perusahaan membaik. Karena tidak bisa membagikan dividen akibat saldo negatif, dana itu kita gunakan untuk buy back utang obligasi," katanya.Sedangkan Direktur Keuangan CMNP, Ketut Marjana, menambahkan perseroan akan melakukan bridging loan atau penerbitan obligasi pada awal tahun 2005. Kebijakan ini diambil dalam rangka menambah pendanaan ekspansi usaha setelah perseroan berhasil melakukan kuasi reorganisasi."Tapi itu prosesnya lama. Kita harus mendapat peringkat yang lebih baik dari Pefindo dibanding saat ini yang selective default," kata Ketut. (ani/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads