Pelindo II Jual Saham Setelah Holding BUMN Pelabuhan Terbentuk

Pelindo II Jual Saham Setelah Holding BUMN Pelabuhan Terbentuk

- detikFinance
Selasa, 26 Jul 2011 14:34 WIB
Pelindo II Jual Saham Setelah Holding BUMN Pelabuhan Terbentuk
Jakarta - Kementerian BUMN mendorong PT Pelindo II (Persero) untuk melakukan segera melaksanakan penawaran umum saham perdana alias Initial Public Offering (IPO) setelah dibentuknya induk usaha atau holding BUMN pelabuhan.

Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengatakan, saat ini waktu bagi Pelindo II untuk memperkuat internal agar nantinya siap go public.

"Tahun depan belum (melakukan IPO). Memperkuat diri dulu supaya nanti kalau dijual harganya tinggi," ujar Mustafa ketika ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Selasa (26/7/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dijelaskan Mustafa sebelum melakukan IPO, seluruh perusahaan BUMN jasa pelabuhan itu akan digabungkan (holding) terlebih dahulu. "Holding diharapkan 2012-2013, dari empat menjadi dua. Nanti menjadi lebih besar. Setelah holding diharapkan bisa IPO," paparnya.

Kinerja Keuangan Pelindo II Capai Target

Ditempat yang sama Direktur Utama Pelindo II RJ Lino menyatakan realisasi capital expenditure (capex) perusahaan selama semester I-2011 sudah hampir 40%.

"Capex Pelindo II, diluar proyek Kalibaru Rp 3 triliun. Semester I-2011 sudah hampir 40%," ujarnya.

Untuk realisasi pendapatan perseroan semester I-2011 saat ini sudah lebih dari 60% dari target tahun 2011 yang sebesar Rp 4 triliun.

"Realisasi pendapatan Semester I-2011 lebih dari 60%. target pendapatan tahun ini Rp 4 triliun, dibanding tahun lalu yang sebesar Rp 3 triliun," terangnya.

Adapun pendapatan perseroan yang terbesar menurutnya berasal dari usaha petikemas dan pendapatan pelayaran kapal. "Ke depannya, kita akan dorong jasa pergudangan," kata Lino.

Sementara itu, ketika di konfirmasi lebih jauh apakah perusahaan akan menerbitkan obligasi atau tidak, dirinya menyatakan belum akan mengeluarkan obligasi.

"Option-nya kan banyak. Saat ini, dengan kebutuhan mendesak obligasi belum. Karena project kita kan banyak, bukan hanya kalibaru. Ada pelabuhan yang di Sorong juga," kata Lino.

(dru/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads