Demikian disampaikan Menteri BUMN, Mustafa Abubakar ketika ditemui di kantornya, jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu malam (10/8/2011).
"Rencananya, Kimia Farma akan memanfaatkan buku tahun 2011 untuk melakukan rights issue. Sehingga dana dari rights issue tersebut, akan dipakai untuk membeli Indofarma," terang Mustafa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maka itu, lanjut Mustafa, dana dari rights issue akan dipakai untuk mengambil saham milik Indofarma. Mengingat aset dari Indofarma lebih kecil dibandingkan dengan aset yang dimiliki Kimia Farma.
"Jadi, nanti Indofarma akan bergabung dengan Kimia Farma," ungkapnya.
Kedua perusahaan tersebut memang sama-sama perusahaan yang go public, namun ketentuan berikutnya akan diserahkan kepada pihak Bapepam-LK (Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan).
"Mekanismenya, di akhir tahun ini, buku 2011 akan dipakai untuk rights issue, lalu apakah nanti mau merger atau akuisisi itu akan dibicarakan lebih lanjut," katanya.
Mustafa juga menambahkan, sebelum dilakukan aksi korporasi tersebut, akan dibutuhkan penyehatan bagi kedua perusahaan BUMN farmasi tersebut.
Seperti diketahui, rencana penggabungan BUMN farmasi ini memang sudah sering dibicarakan sejak lama. Rencananya, holding BUMN farmasi tersebut akan dilaksanakan kepada Kimia Farma dan Indofarma, sedangkan akan ada satu BUMN farma yang berdiri sendiri yakni Biofarma.
(nrs/ang)











































